Abdya
Beranda | Usai Tuai Kritikan, Krisis Stok Diazepam Berangsur Teratasi

Usai Tuai Kritikan, Krisis Stok Diazepam Berangsur Teratasi

Ilustrasi

LINEAR.CO.ID| ACEH BARAT DAYA – Krisis stok obat khususnya diazepam yang sempat menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini berangsur teratasi.

Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) mulai menerima pasokan diazepam 2 miligram sehingga kebutuhan pelayanan pasien dapat kembali dipenuhi secara bertahap.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian khusus Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP, yang langsung mengambil langkah cepat setelah persoalan kekosongan obat di RSUTP mencuat ke publik.

Sejak menerima laporan terkait keterbatasan stok obat, Bupati Safaruddin terus memantau perkembangan pengadaan dan meminta pihak terkait untuk melakukan berbagai upaya agar kebutuhan obat di rumah sakit dapat segera terpenuhi.

Bupati Abdya, Safaruddin menyebutkan, kendala ketersediaan diazepam bukan terjadi karena tidak adanya upaya pengadaan dari pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah.

Sebuah Minibus di Abdya Terbakar

Sebaliknya, pemesanan telah beberapa kali dilakukan kepada distributor resmi.

“Terkait obat diazepam yang merupakan obat golongan psikotropika memang ada kendala. Kita sudah beberapa kali mengupayakan pemesanan melalui tiga distributor resmi, yakni Kimia Farma, Merapi, dan Saptasaritama. Namun saat itu ketiganya menyampaikan stok diazepam masih kosong,” ujar Bupati Safaruddin, Rabu (24/6/2026).

Meski menghadapi keterbatasan pasokan dari distributor, koordinasi dan komunikasi terus dilakukan hingga akhirnya obat yang dibutuhkan mulai tersedia.

Saat ini, diazepam 2 miligram telah masuk ke RSUTP dan mulai digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Langkah cepat yang diambil Bupati Safaruddin mendapat perhatian karena menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan.

Obat Kosong, Resep Tanpa Stempel, Pelayanan RS Teungku Peukan Abdya Dikeluhkan Pasien

Ketersediaan obat menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menunjang pelayanan medis di rumah sakit, terutama untuk pasien yang memerlukan terapi tertentu.

Pemerintah Kabupaten Abdya juga terus memantau kondisi stok obat-obatan lainnya guna mengantisipasi terjadinya kekosongan yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Dengan mulai tersedianya diazepam, kebutuhan pasien yang sebelumnya terkendala akibat keterbatasan stok kini dapat dipenuhi secara bertahap.

Pemerintah daerah berharap distribusi obat dari distributor resmi terus berjalan lancar sehingga pelayanan kesehatan di RSUTP dapat berlangsung optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Abdya.

Enam Bulan Gaji Guru PPPK PW di Abdya Belum Dibayarkan
ร—
ร—