LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Ditengah jalannya iuran para pedagang di Pasar Tradisional Kota Subulussalam, mencerminkan buruknya perhatian dari instansi terkait, untuk melakukan perbaikan fasilitas gedung, Minggu, (02/08/26).
Terekam media ini, memperlihatkan situasi di dalam gedung putih pasar tradisional Kota Subulussalam bisa disebut para pedagang, kondisinya sangat memprihatinkan. Lantaran, sebagian atapnya telah berhamburan. Begitu juga dengan fasilitas grosir para pedagang Ikan, terlihat minimnya perhatian dari instansi terkait.
Didua lokasi pedagang itu, disebut tidak pernah berhenti membayar iuran guna untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan kondisi gedung yang sangat memprihatinkan ini, para pedagang berharap adanya perbaikan, agar memberikan kenyamanan baik para pedagang maupun para pengunjung.
Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya berharap kepada Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam agar segera melakukan perbaikan di dua gedung Pasar Tradisional tersebut.
“Didalam gedung ini kami masih memasang tenda, karena atap gedung ini tidak ada lagi,” ujar seorang pedagang.
Disambung salah satu pedagang ikan, lokasi grosir kami ini juga telah bocor, bagaimana mungkin kami nyaman berjualan jika atapnya bocor.
“Kami tidak pernah berhenti membayar retribusi, bahkan box fiber ini pun kami dikenakan iuran. Namun, fasilitas gedung ini sangat memprihatinkan. Kami berharap adanya revitalisasi fisik agar memberikan kenyamanan saat warga tengah berbelanja,” sambung seorang pedagang ikan di sana.
Diketahui, pasar tradisional di depan SPBU Oyon ini, salah satu penyumbang PAD terhadap Kota Subulussalam. Mirisnya, pemeliharaan berkala saat ini sangat didambakan para pedagang. (*)


