LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Berdasarkan data yang dirilis Satgas-PRR periode 23 Oktober 2026, realisasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) tambahan 2026. Baru menyentuh diangka 34,60%, Namun banjir kembali mendatangi sebagian wilayah Kota yang berjulukan Sada Kata, Minggu, (1/11/26).
Berhadapan dengan situasi darurat akibat bencana banjir yang merendam 1.985 rumah warga di wilayah Kota Subulussalam, sorotan tertuju pada capaian fiskal daerah yang dinilai masih rendah.
Realisasi TKD untuk wilayah tersebut tercatat baru menyentuh angka 34,60 persen. Angka ini menunjukkan bahwa penyerapan anggaran dari pusat ke daerah belum berjalan optimal di tengah tingginya kebutuhan penanganan bencana di lapangan.
Kehadiran banjir yang terus berulang memasuki wilayah Subulussalam menuntut kesiapan infrastruktur dan logistik yang memadai. Realisasi dana TKD yang baru mencapai 34,60 persen mencerminkan adanya tantangan dalam percepatan belanja publik di daerah.
Pemerintah Kota Subulussalam diharapkan mampu melakukan akselerasi penggunaan anggaran guna mendukung mitigasi serta pemulihan pascabencana bagi warga yang terdampak dan mendesak untuk membelakangkan pencitraan semata.
Pasalnya, serapan anggaran yang masih berada di bawah angaka 50 persen tersebut, harusnya menjadi perhatian serius dan mengingat urgensi perlindungan masyarakat dari ancaman cuaca ekstrem.
Masyarakat berharap, dengan sisa alokasi yang masih besar, Pemerintah Kota Subulussalam memiliki ruang untuk mengoptimalkan sumber daya finansial demi kepentingan publik, terutama dalam memperkuat sistem drainase, tanggul dan penyaluran bantuan darurat ditengah banjir melanda.
Memprioritaskan hal tersebut, tentunya menjadi evaluasi penting agar proses administratif tidak menghambat penanganan krisis di daerah Kota Subulussalam.
Hingga berita ini diterbitkan, mengkonfirmasi Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Subulussalam belum memberikan keterangan resminya kepada awak media ini. Terkait lambatnya serapan dan pengalokasian TKD tersebut. (*)


