LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Aksi penyegelan sebanyak Tiga Kantor Dinas yang dilakukan oleh puluhan para kontraktor di Kota Subulussalam ini, menarik perhatian publik, Selasa, (21/4/26).
Pasalnya, mereka menyegel sebanyak tiga kantor Dinas di Kota Subulussalam itu, merupakan bentuk luapan amarah mereka, lantaran belum dibayarnya proyek Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam yang telah mereka kerjakan.
Proyek yang dikerjakan para kontraktor lokal ini, berkontrak langsung di Dinas Syariat Islam, PUPR dan Distanbunkan. Hingga hari ini, belum adanya kejelasan pembayaran dari Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam. Berujung, para kontraktor melakukan penyegelan di tiga Kantor Dinas tersebut.
Ada pun Kantor Dinas yang disegel para kontraktor, yakni. Dinas Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam.
Proroyek yang dikerjakan para kontraktor ini, bersumberkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Subulussalam Tahun Anggran (TA) 2023 – 2024.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Hotma Capah mengatakan, hutang tersebut seluruhnya tertampung di DPA. Saat ini, DPA tersebut belum dipegangnya.
“Jika sudah adanya DPA maka itu yang akan kami ajukan nantinya,” ujar Hotma Capah.
Para kontraktor berinisiatif tidak menyegel Kantor DSI, dikarenakan bertepatan di bawah Masjid Agung Kota Subulussalam.
Perwakilan Kontraktor di BPKD Ahmad Angkat menyampaikan, mereka hanya menuntut hak nya dan memohon bantuan kepada Sekretaris BPKD agar tidak menimbulkan perseteruan antara Kontraktor dan Dinas.
Pantauan di lapangan, tidak berselang lama pihak Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-PP dan WH) langsung melakukan pembongkaran Segel yang dilakukan oleh puluhan kontraktor di Tiga Dinas tersebut. (*)



