LINEAR.CO.ID| ACEH BARAT DAYA – keberadaan para pelaku UMKM berperan penting sebagai roda penggerak perekonomian dan pengembangan ekonomi kerakyatan.
Kondisi itu mendorong perlunya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang melibatkan kaum ibu.
Hal tersebut disampaikan Husnul Jamil, staf ahli anggota DPR RI T. H. Zulkarnain Ampon Bang, saat menghadiri kegiatan Aktivasi Desa Kreatif Workshop SIAP Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Arena Motel, Blangpidie, Senin (2-11-2026).
โKita melihat lapangan pekerjaan di Abdya sangat sulit. Ini menjadi salah satu tantangan kita semua,โ kata Husnul.
Menurut Husnul, penguatan ekonomi masyarakat perlu berjalan melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan UMKM.
Karena itu, pihaknya menyiapkan sejumlah program pelatihan bagi kaum ibu di Abdya pada 2027.
โKita akan buat pelatihan untuk ibu-ibu, seperti pelatihan pembuatan kue, bordir dan pelatihan berbasis ibu-ibu lainnya. Para pelaku UKM akan kita dorong untuk mengikuti program tersebut,โ ujarnya.
Ia menyebut Kecamatan Babahrot menjadi salah satu wilayah yang akan mendapat program pelatihan bagi pelaku UMKM pada 2027.
Husnul menilai UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian Abdya. Karena itu, ia berharap pemerintah dan pihak perbankan memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
โUMKM menjadi salah satu punggung ekonomi Kabupaten Abdya. Kita berharap pemerintah maupun pihak perbankan bisa memudahkan pembiayaan bagi UMKM,โ katanya.
Di hadapan peserta yang mayoritas kaum ibu, Husnul juga mengajak masyarakat ikut mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah.
Ia berharap keterampilan yang masyarakat peroleh melalui berbagai program pelatihan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi berkembang menjadi usaha yang mampu menambah pendapatan keluarga.
Kegiatan tersebut mengangkat tema โKelola Usaha dari Genggaman: Manajemen Usaha Desa Berbasis AIโ yang dilaksanakan oleh Direktorat Jasa TIK, Deputi Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan itu dalam rangka Aktivasi Desa Kreatif tahun 2026.
Workshop tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan usaha desa serta pengembangan ekonomi kreatif.


