LINEAR.CO.ID | BANDA ACEH – Aceh Specialty Coffee Competition (ASCC) 2026 resmi berakhir dengan melahirkan para juara dari tiga kategori yang diperlombakan, yakni Espresso Bar, Manual Brew, dan Cup Taster. Kompetisi yang berlangsung di Banda Aceh itu menjadi ajang peningkatan kompetensi sekaligus wadah lahirnya barista dan pegiat kopi specialty Aceh yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi.
Sebanyak 13 finalis yang lolos dari babak penyisihan kembali bertanding pada babak puncak untuk memperebutkan gelar juara di masing-masing kategori.
Pada kategori Espresso Bar, Teuku Khalis berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Arif Setiawan Saragih, disusul Ahmad Raihan di peringkat ketiga. Sementara penghargaan Harapan 1 diraih Aditya Mahrizky Islami.
Di kategori Manual Brew, Damar Nugraha keluar sebagai juara pertama. Fariz Fadhiansyah menempati posisi kedua, Abdullah Yafi di posisi ketiga, sedangkan Muhammad Khairii memperoleh penghargaan Harapan 1.
Adapun kategori Cup Taster dimenangkan T.M. Fadhil Rizkiansyah sebagai juara pertama. Sayed Ummar Abdul Aziz meraih juara kedua dan Muhammad Fayadh menempati posisi ketiga. Penghargaan Harapan 1 diberikan kepada Andi Aramiko, sedangkan Harapan 2 diraih Rekha Dinansyah.
Salah seorang dewan juri menilai kualitas peserta tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Menurutnya, para peserta tidak hanya menguasai aspek teknis dalam menyeduh kopi, tetapi juga memiliki pemahaman yang semakin baik terhadap karakter, cita rasa, dan kualitas kopi specialty.
“Kompetisi ini menunjukkan bahwa talenta kopi Aceh terus berkembang. Melalui wadah seperti ini, para barista memiliki ruang untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ke depan, penyelenggara menargetkan ASCC berkembang menjadi kompetisi berskala nasional. Selain itu, ASCC juga akan bertransformasi menjadi Aceh Specialty Coffee Association sebagai wadah kolaborasi bagi para pelaku industri kopi di Aceh.
Melalui organisasi tersebut diharapkan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan jejaring, serta promosi kopi specialty Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya saing kopi Aceh di tingkat nasional maupun internasional.


