Uncategorized
Beranda | Penertiban Mobil “Hantu” di Abdya Hanya Gertak Sambal

Penertiban Mobil “Hantu” di Abdya Hanya Gertak Sambal

Deretan kendaraan tua yang mengantre di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), belakangan ini menjadi sorotan masyarakat.

LINEAR.CO.ID| ACEH BARAT DAYA – Rencana Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menertibkan kendaraan yang diduga berulang kali mengisi solar bersubsidi dinilai belum menunjukkan hasil nyata. Jum’at (14-08-2026)

Kendaraan yang warga sebut sebagai โ€œmobil hantuโ€ masih terlihat mendominasi antrean di sejumlah SPBU.

Padahal, Pemkab Abdya sebelumnya mengancam akan menyerahkan pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada aparat penegak hukum.

Pantauan di SPBU menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga sekitar satu kilometer. Puluhan kendaraan sudah menunggu sejak pagi sebelum pasokan solar tiba.

Sejumlah warga mempertanyakan efektivitas penertiban yang selama ini digaungkan pemerintah.

Ari Terpilih Ketua Pemuda Pancasila Nagan Raya, MPC Subulussalam Ucapkan Selamat

Mereka menilai pernyataan tegas tanpa tindakan di lapangan hanya menjadi omongan belaka jika kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang tetap bebas mengantre.

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan kendaraan tua dengan tipe yang sama hampir setiap hari terlihat mengantre di SPBU.

โ€œMobil itu hampir setiap hari kami lihat mengantre. Setelah mengisi, tidak lama kemudian muncul lagi,โ€ ujarnya.

Warga menduga pola tersebut membuat masyarakat yang hanya membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari semakin sulit mendapatkan solar bersubsidi.

Kondisi itu juga memperpanjang antrean di SPBU. Bahkan, warga harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar.

Rendahnya Realisasi APBK Subulussalam TA 2026, Hasbullah Pertanyakan Kinerja Sekda

Menurut Bupati Abdya Safaruddin, panjangnya antrean tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan kuota solar bersubsidi.

Dugaan pengisian BBM secara berulang oleh kendaraan tertentu turut memperparah kondisi tersebut.

Safaruddin menilai praktik semacam itu dapat mengurangi jatah masyarakat yang memang berhak menerima BBM bersubsidi.

Pemkab Abdya telah mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi kepada Pertamina. Pemerintah juga mendorong penerapan sistem prioritas bagi kendaraan pelayanan publik dan sektor ekonomi yang bersifat esensial.

Selain itu, Pemkab Abdya berencana memperkuat pengawasan distribusi BBM dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Safaruddin Buka Perlehatan Pentas Seni dan Budaya Peringati HUT Abdya ke-24

Namun, warga berharap langkah tersebut tidak berhenti pada rapat, imbauan, atau ancaman penindakan.

Mereka meminta pemerintah dan aparat langsung menindak kendaraan yang terbukti menyalahgunakan BBM bersubsidi.

โ€œKalau memang ada yang mengisi berulang kali dan melanggar aturan, jangan hanya ditegur. Tindak saja sesuai aturan,โ€ kata warga tersebut.

Persoalan antrean solar bersubsidi di Abdya kini bukan sekadar masalah panjangnya barisan kendaraan. Kondisi itu juga menyangkut pengawasan distribusi dan ketepatan sasaran subsidi.

Jika dugaan pengisian berulang terus berlangsung tanpa tindakan tegas, masyarakat khawatir kelangkaan solar akan terus berulang dan antrean panjang kembali menjadi pemandangan sehari-hari di SPBU Abdya.

ร—
ร—