LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Karena tidak beroperasi, Pabrik Pengolahan Berondolan Kelapa Sawit (PPBKS) PT Bensuli Salam Makmur (BSM), terpaksa merumahkan seluruh karyawannya, Sabtu, (23/5/26).
Tutupnya PT Bensuli Salam Makmur yang beroperasi di Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam itu. Mengancam putusnya mata pencarian seluruh karyawan disana.
Manager PT BSM Hizkia Tarigan bersama Komisaris Heppy Bancin dan Humas Netap Ginting membeberkan penyebab tutupnya PT BSM sejak kemarin Jumat 22 Mei 2026.
Mereka mendapat instruksi langsung dari pimpinan tertingginya untuk sementara menutup pengoperasian PT BSM dengan batas waktu yang belum ditentukan.
“Untuk sementara waktu ini, PT BSM ditutup,” sampai Humas PT BSM Netap Ginting kepada media ini.
Manager PT BSM Hizkia Tarigan, menyampaikan, ada sebanyak 32 karyawan yang bekerja di PT BSM saat ini, baik bagian Staf, Petugas Keamanan maupun Teknis. Mereka terpaksa di rumahkan. Dari 32 karyawan tersebut, terdapat 80 persen diantaranya merupakan warga setempat.
Sementara itu, Komisaris PT BSM Heppy Bancin membeberkan per April 2026 telah mengeluarkan CSR nya untuk warga Kampong Cepu saja.
“Setiap tahunnya kami terus mengeluarkan kewajiban kami ke Kampong Cepu, tahun ini saja PT BSM telah mengeluarkan CSR untuk membantu warga sekitar,” beber Heppy Bancin.
Peruntukannya, dijelaskan Heppy Bancin sembari memperlihatkan dokumentasi penyerahan uang CSR tersebut, untuk pembayaran.
โ Perbaikan jalan Cepu bersama Dinas PU Rp. 25.000.000,- awal Januari 2026.
โ Pembayaran Honor 5 Guru TPA Januari hingga April 2026 Rp. 1000.000,- per bulannya.
โ Bantuan Perbaikan Jalan Cepu Rp. 10.000.000,- pada 10 Februari 2026.
โ Bantun Dana FASI Rp. 500.000,- di Maret 2026.
โ THR 5 Guru Honor TPA Rp. 1000.000,- Maret 2026.
โ Paket Sembako sebanyak 115 Paket Rp. 23.000.000,- pada Maret 2026.
“Setiap tahunnya kegiatan seperti ini pasti kami realisasikan. Tandanya, PT BSM sangat memprioritaskan kepentingan warga sekitar, dokumentasi ini baru sampai di Bulan April 2026 saja. Dengan adanya gejolak hingga pihak pimpinan perusahaan menginstruksikan untuk menutup sementara seluruh aktivitas di PT BSM, tentunya untuk pembayaran yang serupa ditiadakan lagi,” imbuh Heppy Bancin. (*)



