LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA –Di tengah penyaluran bantuan korban bencana di Aceh Barat Daya (Abdya), perhatian Pemerintah Kabupaten Abdya tertuju kepada Anis (50), warga Gampong Jeumpa Barat, Kecamatan Jeumpa, yang hidup di rumah tidak layak huni dan rusak tertimpa pohon saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
Pria yang bekerja serabutan itu diketahui menempati rumah sederhana di atas tanah milik keluarganya. Kondisinya memantik perhatian Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Amrizal, saat menyerahkan bantuan masa panik kepada warga terdampak bencana, Jumat (22-5-2026).
Tak hanya menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, Amrizal langsung meminta aparatur gampong setempat mencarikan solusi terkait ketersediaan lahan agar Anis dapat diusulkan menerima bantuan rumah layak huni melalui program Baitul Mal Abdya.
โApabila lahannya sudah tersedia dan berstatus milik pribadi, pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan pembangunan rumah layak huni melalui Baitul Mal,โ ujar Amrizal.
Menurut dia, kepemilikan lahan menjadi salah satu syarat utama agar bantuan pembangunan rumah dapat direalisasikan pemerintah daerah.
Selain Anis, Pemkab Abdya juga menyalurkan bantuan kepada sejumlah warga lain yang terdampak kebakaran dan cuaca ekstrem di beberapa kecamatan.
Di Kecamatan Manggeng, bantuan diberikan kepada Teuku Indra Bangsawan (46), warga Gampong Pante Pirak, setelah dapur rumahnya terbakar hingga menghanguskan peralatan rumah tangga.
Sementara di Kecamatan Kuala Batee, bantuan diserahkan kepada Ahmad Ali (81), warga Gampong Alue Pisang, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, air mineral, gula, ikan sarden, perlengkapan sekolah hingga peralatan dapur untuk membantu kebutuhan mendesak para korban.
โPemerintah hadir untuk memastikan masyarakat yang tertimpa musibah tetap mendapatkan perhatian dan dukungan,โ kata Amrizal.
Tak hanya rumah warga, cuaca ekstrem juga menyebabkan Balai Pengajian Babul Muklisin di Gampong Babahlung, Kecamatan Blangpidie, mengalami kerusakan berat setelah tertimpa pohon angsana.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Abdya.



