Subulussalam
Beranda | 20 Juni Pembangunan SR Dijadwalkan Rampung, Subulussalam Alami Keterlambatan dari Daerah Lain

20 Juni Pembangunan SR Dijadwalkan Rampung, Subulussalam Alami Keterlambatan dari Daerah Lain

LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Bangunan fisik gedung Sekolah Rakyat (SR) di Desa Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, mengalami keterlambatan dari Daerah lain se Indonesia.

Dijadwalkan pada 20 Juni, seluruh bangunan SR telah rampung dikerjakan. Namun, wilayah Kota Subulussalam mengalami keterlambatan yang hanya menghitung hari kedepan dari jadwal yang di tentukan.

Hal ini, disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Ir Dody Hanggodo M.PE disela-sela kunjunganya ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat 2 di Subulussalam, Sabtu, (13/6/26).

Disana, Menteri Pekerjaan Umum (PU) ini menyaksikan langsung progres percepatan pembangunan yang belum rampung itu.

Saat di tanyai awak media, Mentri PU Ir Dody mengatakan, terdapat sejumlah kendala seperti sulitnya mobilisasi material pembangunan yang masuk ke Subulussalam. Sehingga, progres pembangunan SR 2 ini baru mencapai 59 persen.

Menteri PU Sebut Prioritaskan Pembangunan di Aceh Juga Subulussalam

“Bangunan SR di Subulussalam mengalami keterlambatan dari Daerah lain, progres nya baru mencapai 59 persen,” sampai Menteri PU Ir Dody Hanggodo.

Pantauan awak media di lapangan, sejumlah pengerjaan fisik seperti pembanguan gedung sekolah dan lapangan upacara terlihat belum rampung.

Sementara itu, untuk pembangunan gedung SMA batas pembangunanya hingga 20 Juni, dan keseluruhan pekerjaan harus di rampungkan hingga 20 Agustus 2026 mendatang.

Mengingat waktu kontrak yang kurang dari 3 bulan ini, di khawatirkan pengerjaan Sekolah Rakyat (SR) 2 Subulussalam terancam molor dari kontrak.

Tak tanggung-tanggung dana yang digelontatkan sangat fantastis, mencapai Rp. 250 milliar untuk pembanguan SR 2 di Kota Subulussalam.

Pekerjaan Gedung SR di Subulussalam Baru Mencapai 59 Persen

Disamping itu, Poulus Budikartiko selaku Dirut Oprasional 2 PT Waskita Karya sebagai penyedia jasa, enggan memberikan tanggapannya kepada awak media.

Pada saat sejumlah awak media meminta waktunya untuk wawancara melalui bawahannya. Ia tak berkenan dan beralasan mengikuti rombongan Menteri Pekerjaan Umum menuju Kabupaten Nagan Raya. (*)

ร—
ร—