Abdya
Beranda | Pria Nias Bawa Kabur Gadis Asal Abdya Lalu Menikah Secara Nasrani

Pria Nias Bawa Kabur Gadis Asal Abdya Lalu Menikah Secara Nasrani

Kasat Reskrim Polres Abdya AKP Wahyudi SH MH menyebutkan, penangkapan terhadap pelaku penuh tantangan, dikarenakan perbedaan suku dan wilayah.

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Pemuda inisial (bp) asal Desa Siofabanua, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara di bekuk polisi.

BP di bekuk oleh personel Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) yang dipimpin KBO Reskrim Ipda Safrizal karena membawa kabur gadis yang masih dibawah umur. Selasa (19-05-2026)

Hal itu disampaikan Wakapolres Abdya Kompol Misyanto didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyudi, dan KBO Reskrim Ipda Safrizal, dalam Konferensi Pers, di Mapolres Abdya.

Misyanto menyebutkan, kejadian tersebut berawal dari laporan ayah kandung korban pada 12 November 2025 ke Mapolres Abdya, terkait kasus tindak pidana membawa lari anak di bawah umur.

“Dari hasil laporan dan keterangan saksi-saksi, diketahui bahwa pelaku membawa lari korban ke Nias, Sumatera Utara,” kata Misyanto.

Diduga Diserang Beruang, 14 Ekor Kambing Warga di Abdya Mati

Dari keterangan saksi, sebut Misyanto, pada 17 Oktober 2025, pelaku dengan sengaja membujuk rayu dan meyakinkan korban untuk di bawa ke Kota Medan.

“Kejadian awalnya di Kecamatan Babahrot, dimana malam itu, palaku merayu korban agar ikut bersamanya ke Kota Medan. Mereka akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil Haice,” jelas Misyanto.

Keduanya, sebut Misyanto, menetap selam dua Minggu di Kota Medan dengan menyewa kos-kosan. Kemudian pelaku membawa korban ke kampung halamannya di Desa Siofabanua, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias.

Setelah tiga bulan tinggal bersama orang tua pelaku, korban diketahui sudah hamil dengan usia kandungan enam bulan.

“Baru kemudian pada 26 Maret 2026, pelaku menilai korban tanpa seizin dan sepengetahuan orang tua korban. Pernikahan itu dilaksanakan secara adat rumah pelaku dengan dihadiri oleh pendeta Nasrani,” ucapnya.

Pasokan Berkurang, Harga Tomat dan Cabai di Pasar Blangpidie Abdya Merangkak Naik

Proses penangkapan pelaku

Dikesempatan itu, Kasat Reskrim Polres Abdya AKP Wahyudi SH MH menyebutkan, penangkapan terhadap pelaku penuh tantangan, dikarenakan perbedaan suku dan wilayah.

“Karena bagi mereka, kejadian seperti ini hal biasa, maka penangkapan terhadap pelaku sangat susah kita lakukan,” ujarnya.

Wahyudi mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan Polres Nias dan mengirim informen ke desa sepaku untuk memantau gerak-geriknya.

“Setelah kita mendapatkan informasi bahwa pelaku saat itu sedang membawa buah pisang dengan mobil pickup, baru kemudian kita melakukan penyegaran di jalan, tepatnya pada 12 Mei 2026, pukul 17.00 WIB,” jelasnya.

Gegara Ikut Mosi Tidak Percaya, Sejumlah Kepsek di Abdya Kena Sanksi

Pada saat penangkapan tersebut, kata Wahyudi, ratusan warga disana mendatangi tempat kejadian, meminta agar si pelaku tidak ditangkap.

“Setelah kita lakukan komunikasi panjang akhirnya, si pelaku ini kita bawa ke Polres Nias. Baru kemudian, kita menjemput korban ke rumah pelaku yang jaraknya tiga jam perjalanan,” ungkap Wahyudi.

Saat ini, sebutnya, pelaku beserta barang bukti berupa baju sekolah milik korban sudah diamankan di Mapolres Abdya untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.

Ia mengimbau kepada masyarakat Abdya agar mengawasi anak-anak masing-masing serta memperkuat keimanan.

“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami berharap anak-anak tidak hanya diberikan pendidikan formal, namun juga dibarengi dengan pendidikan agama,” pungkas Wahyudi. (*)

ร—
ร—