Abdya
Beranda | Bupati Safaruddin Safari Subuh di Masjid Ayah Gadeng

Bupati Safaruddin Safari Subuh di Masjid Ayah Gadeng

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin, SSos, MSP., melaksanakan rangkaian kegiatan Safari Subuh di Masjid Ayah Gadeng, Gampong Tengah, Kecamatan Manggeng, Kamis (5-11-2026).

LINEAR.CO.ID| ACEH BARAT DAYA – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin, SSos, MSP., melaksanakan rangkaian kegiatan Safari Subuh di Masjid Ayah Gadeng, Gampong Tengah, Kecamatan Manggeng, Kamis (5-11-2026).

Kegiatan ibadah berjamaah ini terasa istimewa karena dilaksanakan di masjid tertua di Kabupaten Abdya yang kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya sekaligus saksi bisu sejarah peradaban Islam di wilayah barat selatan Aceh.

Safari Subuh tersebut merujuk pada implementasi Peraturan Bupati (Perbup) Peukong Agama Nomor 41 Tahun 2025. Melalui kebijakan ini, budaya shalat subuh berjamaah di tengah masyarakat kini mulai hidup kembali dengan kesadaran dan kebiasaan yang tumbuh secara mandiri, bukan semata-mata karena kehadiran kepala daerah.

Dalam pencerahan dan tausiyahnya di hadapan ratusan jamaah, Bupati Safaruddin tidak henti-hentinya mengingatkan tentang urgensi mendirikan shalat sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Ankabut, bahwa sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Kendati demikian, Bupati Safaruddin menyoroti realitas di tengah masyarakat di mana masih banyak orang yang mengerjakan shalat namun tetap melakukan perbuatan maksiat. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena kualitas shalat yang belum sempurna, sehingga ibadah yang dilakukan baru sebatas menggugurkan kewajiban dan hanya menggugurkan pahala tanpa membekas pada pembentukan karakter.

Safaruddin Minta KKP Prioritaskan Pengerukan Kolam Labuh Lhok Pawoh

“Kalau shalat hanya sebagai penggugur kewajiban saja, maka akan terasa berat. Tetapi mari kita resapi, pahami, dan maknai gerakan serta isi dari shalat itu sendiri, di mana kita berdoa dan berzikir yang langsung tertuju kepada Allah SWT,” ujar Bupati Safaruddin.

Ia memaparkan bahwa terdapat dua pilar utama dalam menghayati shalat, yakni keikhlasan dalam mengerjakannya, serta kesadaran penuh dengan mengingat Allah SWT. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan memaknai esensi shalat agar mampu melahirkan manusia Qurani yang berakhlak mulia.

Sejarah Perjuangan di Masjid Ayah Gadeng

Pengurus Masjid Ayah Gadeng, Usmadi, didampingi Zedi Saputra, mengungkapkan bahwa masjid bersejarah ini didirikan pada tahun 1912 Masehi atau bertepatan dengan tahun 1330 Hijriyah.

Selain menjadi pusat ibadah tertua di Abdya, sejarah mencatat bahwa Masjid Ayah Gadeng juga pernah menjadi markas penting bagi Pahlawan Nasional asal Abdya, Teungku Peukan, bersama pasukannya dalam menyusun strategi sebelum bergerak menuju Blangpidie guna menyerang pos pertahanan kolonial Belanda.

YARA Buka Posko Korban Mafia Tanah

Kegiatan Safari Subuh di masjid bersejarah ini juga turut dihadiri oleh Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda Abdya Amrizal, para asisten, staf ahli, kepala SKPK dan instansi terkait serta jamaah lainnya di Kabupaten Abdya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi silaturahmi makan bersama antara Bupati beserta jajaran Forkopimda dengan para jamaah. (*)

ร—
ร—