Subulussalam
Beranda | Banjir di Subulussalam Meluas, 1.985 Rumah Warga Dilaporkan Terendam

Banjir di Subulussalam Meluas, 1.985 Rumah Warga Dilaporkan Terendam

LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Bencana banjir kembali melanda wilayah Kota Subulussalam, Aceh, yang mengakibatkan dampak serius bagi masyarakat diwilayah Sada Kata itu, Sabtu, (31/10/26).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam, per hari ini mencatat, sebanyak 1.985 unit rumah warga terendam air akibat luapan sungai yang masuk ke kawasan pemukiman warga Daerah Aliran Sungai (DAS).

Kondisi tersebut, tentunya membuahkan aktivitas warga terkendala dan sebagian warga terpaksa mengungsi ketempat yang lebih tinggi.

Banjir tersebut disebabkan karena tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir hingga memicu kenaikan debit air Lae Souraya yang cukup signifikan ditambah lagi kiriman air dari hulu sungai.

Hal ini menyebabkan sebanyak 1.985 pintu rumah warga tidak luput dari rendaman banjir di sebagian wilayah Kecamatan Sultan Daulat dan Rundeng.

Musrenbang 2027, Gampong Alue Siwah Serdang Prioritaskan Aspirasi Masyarakat

Kepala BPBD Kota Subulussalam H Ramadhan ST MM melalui Tim Pusdalopsnya Dimas mengatakan, terkait hal itu BPBD Kota Subulussalam telah melakukan kajian cepat.

“Tim TRC telah dikerahkan ke lokasi daerah yang terdampak banjir, untuk melakukan evaluasi dan pendataan, BPBD Kota Subulussalam juga telah mendorong logistik ke Kampong yang Terdampak Banjir,” ujarnya.

Melalui media ini, mengingatkan Pemerintah Kota Subulussalan, dengan Skala dampak yang mencapai hampir menyentuh angka di dua ribu rumah yang terdampak banjir ini menunjukkan betapa luasnya cakupan wilayah yang terdampak oleh bencana hidrometeorologi di Subulussalam.

Menyikapi itu, pentingnya koordinasi antar instansi terkait agar terus diperkuat untuk melakukan pemantauan perkembangan ketinggian air di sebagian wilayah Kota Subulussalam.

Dan juga mengimbau warga yang rumahnya terdampak banjir dapat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kenaikan debit air susulan jika curah hujan kembali meningkat di wilayah hulu.

Musda Pertama APPSI Aceh Timur Digelar, Yusrizal Dipercaya Jadi Ketua

Hingga berita ini diturunkan, pendataan terhadap kerugian materiil masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. (*)

ร—
ร—