LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Seorang remaja bernama Reza (12) warga Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hanyut terseret arus sungai ditemukan meninggal dunia, Minggu (3/6/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.
Menurut informasi yang diperoleh awak media, korban ditemukan oleh tim Tagana Abdya saat melakukan pencairan di sepanjang aliran sungai.
Ketua Tagana Abdya Pardianto membenarkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Benar, baru saja kami temukan sekitar 15 menit yang lalu,” kata Pardianto.
Kata Pardianto, jasad korban ditemukan masih dalam kondisi utuh menggunakan celana pendek dan baju kaos berwarna biru bergambar spiderman.
Ia menjelaskan, jasad korban ditemukan tersangkut pada kayu di dalam aliran sungai. Mengetahui bahwa itu korban, tim Tagana langsung mengevakuasi dengan menggendong ke daratan.
“Jasad korban kita temukan tersangkut pada kayu yang ada di dalam sungai, dan sekarang korban sudah dibawa pulang ke rumah duka untuk di semayamkan,” kata Pardianto.
Sebelumnya diberitakan, seorang remaja bernama Reza (12) warga Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan hilang terseret arus sungai, Sabtu (2-5-2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Reza dikabarkan hilang terseret arus sungai saat sedang mandi bareng dengan temannya di kawasan intek bendungan Sungai Manggeng.
Menurut informasi yang diperoleh, Reza hanyut diduga karena kondisi arus yang cukup kuat ditambah debit air mulai naik karena hujan, sehingga membuat Reza kehilangan kendali dan terseret aliran air yang dalam.
Camat Manggeng, Ridhawiyardi, mengatakan bahwa laporan hilangnya Reza mulai meluas, dan pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari keberadaan korban.
“Benar, kita menerima laporan adanya warga atas nama Reza, hanyut di Sungai Manggeng. Saat ini pencarian sedang diupayakan semaksimal mungkin,” ujar Ridhawiyardi di lokasi.
Merespons insiden tersebut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya beserta unsur TNI/Polri dan masyarakat setempat melakukan pencarian terhadap korban.
Pencarian difokuskan pada penyisiran darat yakni memantau pinggiran sungai dari titik awal kejadian hingga ke arah hilir
Kondisi cuaca dan arus sungai yang fluktuatif menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Camat Ridhawiyardi mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di dekat aliran sungai atau bendungan.
“Kami meminta doa dari seluruh masyarakat agar ananda Reza segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kami juga meminta warga tidak berkerumun terlalu dekat dengan bibir sungai agar tidak menghambat proses evakuasi tim SAR,” demikian tutupnya.
Hingga saat ini, tim gabungan bersama masyarakat masih berupaya melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk menemukan keberadaan korban.
Warga sedang mencari remaja terseret arus di kawasan intek bendungan Sungai Manggeng, pada Sabtu sore (2-4-2026) sekitar pukul 16.00 WIB.



