Abdya
Beranda | Kanwil Diminta Copot Pinca Bulog Blangpidie

Kanwil Diminta Copot Pinca Bulog Blangpidie

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Suhaimi. N, S.H., MH. Meminta Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh untuk mencopot Pemimpin Cabang (Pinca) Perum BULOG Kantor Cabang (Kanca) Blangpidie

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA –Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Suhaimi. N, S.H., MH. Meminta Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Aceh untuk mencopot Pemimpin Cabang (Pinca) Perum BULOG Kantor Cabang (Kanca) Blangpidie Nurul Iranda Sari.

Permintaan ini pasca terbongkarnya kebijakan Pinca Kanca Bulog Blangpidie yang diduga enggan berkontribusi untuk kemajuan sektor pertanian, menekan angka pengangguran dan pengetasan kemiskinan di Kabupaten Abdya atas kebijakan keliru yang di ambilnya.

Kebijakan tersebut yakni terkait dugaan kebijakan kemitraan yang tidak memprioritaskan pengusaha kilang padi lokal. Bulog dikabarkan malah bermitra dengan pengusaha kilang padi luar Abdya yakni dari Nagan Raya.

Kebijakan ini, menurut Suhaimi sangat keliru ditengah perjuangan Pemerintah Abdya yang terus berusaha menekan angka kemiskinan, pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat Abdya termasuk di sektor pertanian.

“Jika kebijakannya tidak berpihak kepada masyarakat buat apa di pertahankan. Sudah seharusnya kebijakan Bulog di daerah tetap berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal yang selama ini berperan dalam sektor pangan,” sebutnya

Kantah Abdya Jalin Kerja Sama Dengan Kejari dan Kemenag Guna Memberikan Rasa Aman dan kepastian hukum Kepada Masyarakat

Kata Suhaimi, pengusaha lokal harus menjadi prioritas dalam kemitraan karena mereka berkontribusi langsung terhadap perputaran ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Abdya.

โ€œKalau pengusaha lokal diberdayakan, dampaknya jelas bagi masyarakat. Ekonomi daerah bergerak dan lapangan kerja terbuka,โ€ tegasnya.

Anehnya lagi, lanjut Suhaimi, Bulog Blangpidie malah bermitra dengan pengusaha Nagan Raya yang bukan wilayah kerjanya. Ini ada apa, tentu patut kita duga ada permainan yang terstruktur yang dijalankan.

“Dari Nagan Raya ke Abdya tentu ada biaya yang lebih besar yang harus dikeluarkan. Harusnya untuk menekan angka pengeluaran itu Bulog lebih maksimal bermitra dengan pengusaha lokal, lantas kenapa malah memilih pengusaha luar tentu ini patut di curigai,” katanya.

Suhaimi berharap pihak Kanwil Bulog Aceh untuk peka dan responsif terhadap isu-isu yang berkembang di Kanca-kanca Bulog di seluruh wilayah kerjanya.”Kanwil kita harap jangan hanya mau terima laporan di meja saja. Kanwil harus peka dan responsif. Jangan hanya mau terima kata “beres bapak”,” katanya. (*)

YARA Sarankan DPRK Abdya Sisihkan Pokir Bangun Rumah Dhuafa

ร—
ร—