LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA –Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Safaruddin, S, Sos, MSP menyambangi dan makan sahur di rumah Amran (40) warga Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, kabupaten setempat, Selasa (10-3-2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Selain kunjungan dan sahur bersama dengan keluarga Amran, kehadiran Bupati Safaruddin guna memastikan dan juga melihat langsung kondisi rumah Amran yang beralas tanah, berdinding pelepah rumbia sebagaimana laporan yang ia terima.
Tak ingin menerima laporan dari atas meja, Safaruddin bersama rombongan bergerak cepat ke rumah Amran.
Setiba disana mengaku haru dan sedih ternyata laporan yang ia terima benar sesuai kenyataan. Istana mungil Amran itu memang kondisinya beralas tanah dan berdinding pelepah rumbia.
Pemandangan itu membuatnya terenyuh, mengingat tanggung jawabnya sebagai pemimpin di kabupaten berjuluk ‘Bumoe Breuh Sigupai’.
Bahkan sebagai pemimpin, dia merasa belum bisa memberikan kebahagiaan untuk warganya, terutama mereka yang masih hidup dalam keterbatasan.
Namun demikian, di tengah hidangan sahur sederhana sambil menahan haru, Safaruddin berjanji, jika Allah SWT masih memberikan umur panjang, dia akan segera membangun istana kecil yang layak untuk ditempati oleh warganya itu.
“Pagi ini saya merasa sedih dan sangat terpukul, ternyata masih ada saudara kita yang tinggal di rumah beralas tanah berdinding pelepah rumbia,” ucap Safaruddin.
Dengan penuh emosional, Safaruddin berjanji akan segera membangun rumah warga tersebut.
Bahkan, dia juga berjanji apabila Allah masih memberikan umur panjang, dia akan segera menyelesaikan semua permasalahan rumah tidak layak huni di kabupaten Abdya sehingga warganya bisa tinggal di tempat yang lebih layak.
“Ya Allah, ku janjikan pada Rabb-ku. Jika umur ini masih dipanjangkan dan rezeki dimudahkan, aku tak ingin melihat mereka masih dalam kehidupan yang tak layak,” ucap Safaruddin.
Sambil meninjau rumah sederhana itu, Safaruddin menyerahkan bekal sahur yang dia bawa dari pndopo untuk diberikan kepada keluarga tersebut.
Sementara Safaruddin memilih menikmati makanan yang disiapkan oleh keluarga tersebut sebagai bentuk kebersamaan sekaligus penghormatan kepada tuan rumah.
Bagi Safaruddin, kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat dan melihat langsung kondisi kehidupan warga.
Ia menegaskan bahwa agenda mengunjungi masyarakat kurang mampu seperti ini tidak hanya akan dilakukan pada bulan Ramadan saja.
Ke depan, kegiatan tersebut akan dijadikan sebagai agenda rutin agar pemerintah dapat mengetahui secara langsung kondisi masyarakat di lapangan.
“Dengan turun langsung ke masyarakat, pemerintah diharapkan dapat lebih memahami kebutuhan riil warga serta merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


