Abdya
Beranda | Antrean Ganda RSUD TP Dikeluhkan Pasien

Antrean Ganda RSUD TP Dikeluhkan Pasien

Penerapan sistem antrean manual dan online di RSUD Teungku Peukan (RSUD TP) Aceh Barat Daya (Abdya) menuai keluhan dari pasien.

LINEAR.CO.ID| ACEH BARAT DAYA – Penerapan sistem antrean manual dan online di RSUD Teungku Peukan (RSUD TP) Aceh Barat Daya (Abdya) menuai keluhan dari pasien.

Mereka mempertanyakan kepastian urutan pelayanan setelah antrean manual dan antrean melalui aplikasi JKN Mobile berjalan secara bersamaan.

Sejumlah pasien yang datang langsung ke rumah sakit mengaku harus menunggu lebih lama meski sudah mengambil nomor antrean secara manual.

Kondisi tersebut membuat pasien mempertanyakan mekanisme penggabungan antrean manual dan online, terutama ketika antrean dari aplikasi JKN Mobile berjalan lebih cepat dalam pelayanan poliklinik.

Kanafi, salah seorang pasien, mengatakan dirinya datang langsung ke RSUD TP dan mengambil nomor antrean secara manual. Namun, ia mengaku tetap harus menunggu ketika antrean online terus berjalan.

Cegah Salah Tagihan, Ini Solusi PLN Buat Pelanggan yang Bengkak Tagihan Listrikย ย 

โ€œKalau kami sudah datang langsung dan mengambil nomor antrean, kenapa harus menunggu sampai antrean otomatis selesai?โ€ kata Kanafi, Selasa (8-92026).

Keluhan tersebut muncul setelah RSUD TP mendorong masyarakat memanfaatkan pendaftaran online melalui aplikasi JKN Mobile.

Direktur RSUD TP, dr. Ismail Muhammad, mengatakan pihaknya mendorong pendaftaran online sebagai upaya mengurangi penumpukan pasien pada loket pendaftaran poliklinik.

โ€œBukan dianaktirikan, tetapi memang pasien kami anjurkan menggunakan pendaftaran online melalui aplikasi JKN Mobile,โ€ kata Ismuha.

Menurut Ismuha, penerapan antrean online tidak bertujuan membedakan hak pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Viral! Warga Abdya Keluhkan Tagihan Listrik Membengkak, PLN Buka Suara

Pasien yang mendaftar secara digital tetap mengikuti alur pelayanan yang berlaku di rumah sakit.

Ia juga menegaskan RSUD TP tetap membuka pelayanan bagi pasien yang datang langsung dan menggunakan pendaftaran manual.

โ€œPelaksanaannya tetap sama, tidak ada yang dirugikan,โ€ ujarnya.

Ismuha menjelaskan, pendaftaran online memberikan kesempatan kepada pasien mengambil nomor antrean sebelum tiba di rumah sakit.

Sistem tersebut juga membantu mengurangi kepadatan pada loket pendaftaran dan membuat proses administrasi lebih tertib.

Pelanggan Menjerit,ย Tagihan Listrik Tiba-Tiba Membengkak

Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan yang disampaikan pasien terkait urutan pelayanan antara antrean manual dan online.

Pasien membutuhkan kejelasan apakah kedua jalur tersebut memiliki urutan pelayanan yang sama atau terdapat mekanisme tertentu dalam pemanggilan nomor antrean.

Persoalan itu menjadi perhatian karena tidak semua pasien memiliki gadget, akses internet, atau kemampuan menggunakan aplikasi digital untuk melakukan pendaftaran online.

Pasien yang datang langsung ke rumah sakit juga membutuhkan kepastian mengenai posisi nomor antreannya dan perkiraan waktu pemeriksaan.

Apalagi, sebagian pasien RSUD TP datang dari sejumlah kecamatan yang berjarak cukup jauh dari pusat Kabupaten Abdya.

Digitalisasi pelayanan memang dapat membantu rumah sakit mengurangi kepadatan pada proses pendaftaran.

Namun, penerapannya perlu tetap menjamin akses pelayanan yang setara bagi pasien yang menggunakan jalur manual.

RSUD TP perlu memperjelas mekanisme antrean ganda tersebut agar pasien memahami posisi antreannya sejak awal.

Penjelasan itu juga penting untuk mencegah munculnya anggapan bahwa antrean online mendapat prioritas dibandingkan pasien yang datang langsung.

Pada akhirnya, pasien tidak mempersoalkan digitalisasi pelayanan. Mereka mempertanyakan ketika sistem yang dirancang untuk mempermudah pelayanan justru membuat pasien yang menggunakan jalur manual merasa berada di urutan kedua.

ร—
ร—