Daerah
Beranda | Rintihan Orang Tua Anak Penderita Tumor Otak Aceh Timur Terdengar Haji Uma, Utus Staf Antar Biaya Pendamping

Rintihan Orang Tua Anak Penderita Tumor Otak Aceh Timur Terdengar Haji Uma, Utus Staf Antar Biaya Pendamping

LINEAR.CO.ID | BANDA ACEH – Rintihan orang tua Khadijah Yasmin Thahirah (7), anak penderita tumor otak asal Aceh Timur, terdengar oleh Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma.

Khadijah yang menderita Craniopharyngioma disertai komplikasi hidrosefalus, kini telah tiba di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh dan menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Senin (17/8/2026).

Penyakit yang diderita Khadijah telah berlangsung sejak 2023. Artinya, selama kurang lebih tiga tahun, anak tersebut harus menjalani perjuangan panjang melawan penyakit tumor otak dan berbagai tindakan medis.

Dalam perjalanan pengobatannya, keterbatasan biaya juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi keluarga. Kondisi tersebut turut memengaruhi proses rujukan dan perpindahan pengobatan Khadijah ke sejumlah rumah sakit, terutama ketika membutuhkan penanganan di luar daerah.

Mendengar kondisi tersebut, Haji Uma kemudian menugaskan stafnya, Rahmat, untuk mengantarkan bantuan biaya makan bagi pendamping pasien kepada keluarga Khadijah.

Warga Jalan Tgk M Din Nur Babahrot Meriahkan HUT ke-81 RI

Melalui stafnya, Haji Uma juga melakukan komunikasi langsung melalui video call dengan orang tua dan Khadijah. Dalam komunikasi tersebut, Haji Uma terlihat berkaca-kaca saat melihat kondisi Khadijah. Ia menyampaikan rasa prihatin sekaligus meminta keluarga tetap kuat dan memohon doa masyarakat untuk kesembuhan Khadijah.

“Terima kasih sudah menyampaikan kondisi Khadijah kepada saya. Saya melihat sendiri kondisinya melalui video call. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan dan kesembuhan kepada Khadijah. Kita sama-sama doakan anak kita ini,” kata Haji Uma.

Menurut keterangan orang tua, Khadijah sebelumnya pernah dirujuk ke Jakarta pada 2025 untuk menjalani pengobatan. Namun, saat terjadi banjir pada November 2025, keluarga kemudian kembali ke Aceh.

Selain itu, keterbatasan biaya yang dialami keluarga menjadi salah satu persoalan dalam perjalanan pengobatan Khadijah. Orang tua pasien harus menghadapi berbagai kebutuhan selama proses pengobatan dan rujukan, termasuk ketika harus membawa Khadijah mendapatkan perawatan di luar Aceh.

Haji Uma mengatakan, apabila kondisi Khadijah memungkinkan dan dokter merekomendasikan untuk kembali dirujuk ke Jakarta, dirinya siap membantu proses tersebut. Tidak hanya itu, Haji Uma juga berjanji akan membantu biaya kebutuhan keluarga selama Khadijah menjalani pengobatan di Jakarta.

Muhammad Khalis, S.IP Membawa Harapan Baru bagi Tata Kelola PT Bina Usaha Aceh Utara

“Kalau memang bisa segera dirujuk ke Jakarta, insya Allah kita akan bantu. Nanti selama di Jakarta, biaya makan dan kebutuhan pendamping pasien akan kita bantu semampu kita, supaya orang tuanya bisa fokus mendampingi Khadijah menjalani pengobatan,” ujar Haji Uma.

Haji Uma menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang sedang menghadapi kondisi sulit, khususnya anak-anak yang membutuhkan pengobatan secara berkelanjutan.

“Kita berharap Khadijah mendapatkan penanganan medis terbaik. Kepada orang tuanya, tetap kuat dan jangan putus asa. Kita terus berdoa agar Allah memberikan kesembuhan kepada Khadijah,” demikian Haji Uma.

Khadijah diketahui telah menjalani sembilan kali operasi di sejumlah rumah sakit, baik di Aceh maupun Jakarta. Kondisi tersebut membuatnya mengalami keterbatasan mobilitas dan membutuhkan perawatan serta pendampingan secara berkelanjutan.

Godekh khas Subulussalam Disantap Kwarnas Budi Waseso di Ajang Jambore Nasional Gerakan Pramuka ke XII Tahun 2026
×
×