LINEAR.CO.ID| ACEH BARAT DAYA –Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin secara resmi melepas peserta pawai Karnaval memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Minggu (16-8-2026).
Pelepasan peserta yang berlangsung di pusat Kota Blangpidie itu turut dihadiri Wakil Bupati Abdya H. Zaman Akli, Ketua DPRK Roni Guswandi, Kapolres AKBP Ade Gita Rachmadi B, Dandim 0110 Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, Kejari Kardono serta unsur terkait lainnya.
Amatan awak media di lokasi, saat melepas peserta pawai karnaval, unsur Forkopimda tampak begitu kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah sebagai wujud penghormatan, cinta tanah air, simbol persatuan dan kesatuan, melestarikan, merayakan dan memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Selain itu unsur Forkopimda, peserta karnaval yang terdiri dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) juga mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah dengan tujuan melestarikan semua budaya Indonesia yang penuh dengan keberagaman.
Tak hanya mengenakan pakaian adat, peserta pawai karnaval juga mengenakan pakaian dinas TNI/Polri, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Guru, pakaian Ulama, dan pakaian profesi wartawan serta pakaian profesi lainnya.
Selain beragam pakaian adat budaya dari berbagai daerah di Indonesia yang dikenakan peserta karnaval, Cosplayer pahlawan atau peserta yang memakai pakaian dan berdandan persis seperti para pahlawan Indonesia juga tampak ramai meriah karnaval HUT RI di Abdya.
Salah satunya cosplayer pahlawan yang menyorot perhatian ribuan masyarakat Abdya yang berhadir menyaksikan pawai karnaval yaitu sosok pahlawan Teungku Peukan. Bukan tanpa sebab, cosplayer yang diperagakan oleh siswa SD ini merupakan pahlawan nasional yang berasal dari kabupaten berjuluk Bumoe Breuh Sigupai.
Siswa yang memperagakan sosok Teungku Peukan itu tampak mengenakan pakaian dan mengunakan sorban putih serta memakai sarung berwarna belang, sehingga menambah kesan khas seperti sosok pahlawan nasional Teungku Peukan.
Yang menambah daya tarik lagi, sosok cosplayer Teungku Peukan tersebut tidak berjalan kaki atau long march seperti peserta pawai karnaval lainnya. Namun dia menampilkan nuansa berbeda seperti duduk diatas angin sambil memainkan tasbih di tangan kanannya.
Peragaan ini semakin menambah kesan bahwa sosok Teungku Peukan selama berperang melawan penjajah tempo dulu merupakan ulama yang memiliki ilmu spritual atau kedudukan wali (Karomah) yang dalam sehingga mampu mengusir para penjajah yang hendak menguasai wilayah Abdya kasusnya.
Pantauan di lokasi, semenjak pawai karnaval dilepas oleh Bupati Abdya, ribuan masyarakat memadati pusat kota Blangpidie. Kehadiran masyarakat menyaksikan penampilan pawai karnaval itu mendapatkan pengamanan ketat dari pihak TNI/Polri agar acara tahunan itu berjalan lancar hingga akhir.
Sementara itu, Bupati Safaruddin didampingi Wabup Zaman Akli serta unsur Forkopimda tampak memberikan salam kepada setiap peserta yang melewati panggung utama tepat di persimpangan jalan Perdagangan.


