Ia juga mencabut narasi yang sebelumnya beredar di media sosial. Dun Belanda menegaskan bahwa Wakil Bupati Aceh Timur tidak pernah memerintahkan maupun memberikan dukungan kepadanya untuk membuat konten yang menyerang Bupati Aceh Timur.
“Saya meminta maaf kepada Wakil Bupati Aceh Timur atas fitnah yang saya sebarkan di media sosial. Mungkin bapak sangat maklum dengan kondisi yang saya rasakan saat ini. Sekali lagi saya minta maaf,” ujar Dun Belanda dalam video tersebut.
Dalam video lain yang juga difasilitasi Keuchik Mansur, Dun Belanda kembali menyampaikan apresiasi kepada T. Zainal Abidin karena telah menerima permintaan maafnya. Ia mengaku bersyukur persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik.
Namun demikian, terdapat satu pernyataan yang menjadi perhatian publik. Pada bagian akhir video, Dun Belanda menyebut bahwa fitnah yang ia sebarkan dilakukan secara “terpaksa”.
Meski demikian, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan di balik pernyataan tersebut maupun mengungkap pihak yang dimaksud sebagai penyebab dirinya merasa terpaksa. Hingga kini, belum terdapat keterangan tambahan yang dapat menjelaskan maksud dari pengakuan tersebut.
Pernyataan itu memunculkan pertanyaan baru di tengah polemik yang sebelumnya berkembang di ruang publik. Meskipun Dun Belanda telah mencabut tuduhannya dan menyampaikan permintaan maaf, pengakuan mengenai adanya unsur keterpaksaan dinilai membuka ruang spekulasi mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Namun, hal tersebut masih belum dapat dipastikan karena belum disertai bukti ataupun penjelasan lebih lanjut.
Sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin memberikan ultimatum kepada Dun Belanda untuk mengklarifikasi tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan sejumlah konten di media sosial. Ia menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah dan memberikan tenggat waktu 2×24 jam untuk menyampaikan klarifikasi sebelum menempuh jalur hukum.
Dengan adanya permintaan maaf dan pencabutan tuduhan tersebut, ultimatum yang sebelumnya disampaikan dinilai telah direspons. Meski demikian, pernyataan Dun Belanda mengenai dirinya yang mengaku bertindak secara “terpaksa” masih menyisakan pertanyaan yang hingga kini belum memperoleh penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait. (*)