Lhokseumawe
Beranda | Rakyat Berjatuhan, Pemerintah Diam: DEMA FUAD UIN SUNA desak Wali Kota Lhokseumawe

Rakyat Berjatuhan, Pemerintah Diam: DEMA FUAD UIN SUNA desak Wali Kota Lhokseumawe

LINEAR.CO.ID | LHOKSEUMAWE – Kondisi jalan nasional di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, kini menjadi sorotan masyarakat dan kalangan mahasiswa. Jalan yang telah dikerok sejak beberapa waktu lalu hingga kini belum juga diperbaiki, sehingga meninggalkan permukaan jalan yang rusak, berdebu, dan dipenuhi bebatuan yang membahayakan pengendara.

Akibat kondisi tersebut, kecelakaan kerap terjadi dan pengendara sepeda motor menjadi pihak yang paling terdampak. Warga menilai lambannya penanganan jalan itu menunjukkan minimnya perhatian terhadap keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

“Setiap hari masyarakat harus melewati jalan ini dengan rasa khawatir. Kalau malam atau hujan turun, kondisi jalan semakin berbahaya dan sudah banyak pengendara yang jatuh,” ujar salah seorang warga.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Muhammad Irfan, mengecam lambannya tindak lanjut perbaikan jalan yang dinilai telah merugikan masyarakat dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kami meminta Wali Kota jangan tutup mata terhadap kondisi ini. Jalan yang dikerok lalu dibiarkan tanpa perbaikan jelas menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Keselamatan warga tidak boleh diabaikan. Pemerintah harus segera bertindak sebelum semakin banyak korban berjatuhan di jalan tersebut,” tegas Muhammad Irfan.

Turnamen Voli Blang Pulo Resmi Ditutup, Ketua DPRK Lhokseumawe Siapkan Kompetisi Voli Terbesar se-Kota

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya, pada 7 Mei 2026, dirinya bersama sejumlah mahasiswa telah menyerahkan 15 poin petisi untuk Kota Lhokseumawe kepada Wali Kota Lhokseumawe. Salah satu poin utama dalam petisi tersebut adalah terkait percepatan perbaikan jalan yang rusak dan membahayakan masyarakat.

“Pada 7 Mei lalu kami bersama teman-teman sudah menyampaikan 15 petisi untuk Kota Lhokseumawe dan diterima dengan baik oleh Wali Kota. Salah satu poin yang kami sampaikan adalah terkait perbaikan jalan. Namun hingga hari ini tindakan nyata belum terlihat. Dimanakah Wali Kota Lhokseumawe ketika masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah?” lanjut Muhammad Irfan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses perbaikan jalan nasional tersebut dapat segera diselesaikan. Ia menilai persoalan infrastruktur jalan bukan hanya soal pembangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kota Lhokseumawe dan instansi terkait untuk segera menyelesaikan perbaikan jalan tersebut. Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pengerokan, tetapi juga memastikan jalan kembali layak digunakan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

Haji Uma Berikan Kuliah Umum di UIN SUNA Lhokseumawe, Bahas Eksistensi Qanun Aceh di Tengah Unifikasi Hukum Nasional
×
×