LINEAR.CO.ID | ACEH TIMUR – Penjual air kelapa di Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Samsul Bahri mengaku ditolak saat hendak menjalani pengobatan lanjutan di RS Cut Mutia Langsa. Pria berusia 48 tahun itu disebut masuk kategori warga sangat sejahtera atau desil 8+ dalam Sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Samsul sebelumnya menjalani operasi batu ginjal pada Ramadan 2026. Dalam prosedur operasi tersebut, dokter memasang selang di bagian dalam tubuhnya yang dijadwalkan dilepas pada Mei 2026.
Namun saat kembali ke rumah sakit untuk melepas selang tersebut, Samsul mengaku tidak bisa lagi mendapatkan layanan karena status desilnya berubah.
โOperasi pertama waktu puasa 2026 itu belum berlaku aturan Pergub JKA. Pas saya datang lagi kemarin ke RS Cut Mutia, dokter bilang sudah tidak bisa ditangani karena saya desil 8 dan harus berobat mandiri,โ kata Samsul.
Padahal, keseharian Samsul hanya berjualan air kelapa di depan rumahnya. Ia tinggal bersama keluarga di kios kecil di atas tanah warisan ibunya. Untuk kendaraan maupun aset lain, ia mengaku tidak memilikinya.
Akibat belum dilepasnya selang tersebut, Samsul kini harus menahan rasa sakit hampir setiap hari. Ia mengaku nyeri terasa semakin kuat saat duduk.
โKalau duduk sakit sekali, seperti ditusuk-tusuk di bagian perut kanan,โ ujarnya.
Istri Samsul, Zuraida, mengatakan mereka sudah berulang kali mengurus perubahan data ke Dinas Sosial Aceh Timur. Menurutnya, pihak dinas sempat menyampaikan status desil suaminya telah diturunkan.
Namun ketika kembali ke rumah sakit, data di sistem Pemerintah Aceh disebut belum berubah. Samsul masih tercatat sebagai warga desil 8 sehingga pelayanan medis kembali ditolak.
Zuraida menyebut terdapat perbedaan data antara sistem milik Kementerian Sosial dengan data di tingkat provinsi. Dalam DTSEN Kemensos, Samsul tercatat berada di desil 6, sementara di sistem provinsi muncul sebagai warga kategori sejahtera.
โCoba lihat kondisi kami. Kerja cuma jualan kelapa, tinggal di kios kecil, tidak punya kendaraan maupun aset. Kok bisa masuk desil 8?โ kata Zuraida.
Ia mengaku khawatir kondisi kesehatan suaminya semakin memburuk apabila selang di dalam tubuh itu tidak segera dilepas. Menurutnya, keluarga mereka juga tidak memiliki biaya untuk menjalani pengobatan secara mandiri.
โItu harus segera dikeluarkan. Tapi rumah sakit tidak mau karena aturan Pergub JKA. Mau berobat mandiri kami juga tidak sanggup,โ tuturnya.



