Abdya
Beranda | Mus Sudong : Bertahun – Tahun Rumah Dhuafa di Abdya Belum Juga Miliki Sertifikat

Mus Sudong : Bertahun – Tahun Rumah Dhuafa di Abdya Belum Juga Miliki Sertifikat

Foto : Mus Seudong kritik soal sertifikat rumah dhuafa.

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Wakil ketua I DPRK Abdya Mustiari atau yang akrab disapa Mus Seudong kembali melontarkan kritikan terhadap lambatnya kinerja pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan sertifikat rumah dhuafa yang hingga kini belum tuntas. Rabu (06-05-2026)

Ia menilai pemerintah daerah terlalu lama berkutat dalam rapat tanpa menghasilkan langkah konkret di lapangan.

Menurutnya, masyarakat miskin tidak membutuhkan janji, melainkan kepastian hukum atas rumah yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Mus Seudong setelah pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pihak legislatif dan eksekutif.

Dalam forum itu, kedua pihak menyepakati akan dilakukan verifikasi faktual terhadap rumah bantuan dhuafa yang status kepemilikannya masih belum jelas meski program tersebut telah berjalan sejak belasan tahun lalu.

Andri Nofidar Resmi Dilantik Kacabdisdik Wilayah Abdya Ketua Kobar GB Harapan Baru Dunia Pendidikan

โ€œRakyat sudah terlalu lama menunggu kepastian. Ini bukan persoalan baru, ini masalah lama yang belum diselesaikan. Setelah RDP kemarin, saya minta pemerintah langsung fokus. Jangan lagi menunda dengan berbagai alasan,โ€ ujar Mus Seudong dengan nada tegas.

Ia menekankan bahwa jadwal verifikasi yang akan disusun oleh pemerintah harus menjadi prioritas utama dan segera dijalankan.

Ia tidak ingin agenda tersebut hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Mus Seudong menilai verifikasi lapangan merupakan langkah krusial untuk memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kondisi riil.

Ia juga menegaskan bahwa proses tersebut harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.

93 Calon Jamaah Haji Jalani Prosesi Peusijuk Sebelum ke Baitullah

โ€œVerifikasi bukan sekadar mencatat di atas kertas. Tim harus turun langsung ke lapangan, melihat kondisi rumah, memastikan siapa yang berhak, dan menuntaskan persoalan administrasi. DPRK akan mengawal proses ini secara serius,โ€ tegasnya.

Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi warga dhuafa yang telah lama menempati rumah bantuan tanpa memiliki sertifikat resmi.

Kondisi ini dinilai sangat merugikan karena mereka tidak memiliki kepastian hukum atas tempat tinggalnya sendiri.

Menurutnya, ketidakjelasan status kepemilikan tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru di masa depan, termasuk sengketa lahan atau kesulitan dalam mengakses bantuan lainnya.

โ€œBayangkan, mereka tinggal di rumah itu bertahun-tahun, tetapi tidak punya bukti kepemilikan. Ini sangat tidak adil. Negara harus hadir memberikan kepastian, terutama bagi masyarakat miskin,โ€ katanya.

Miris! SMP 3 Blangpidie Terancam Tutup, Imbas Kekurangan Murid

Mus Seudong juga memastikan dirinya akan turun langsung ke lapangan untuk memantau proses verifikasi.

Ia ingin memastikan bahwa program tersebut benar-benar berjalan sesuai dengan kesepakatan dan tidak kembali terhambat oleh birokrasi yang berbelit.

Ia meminta dinas terkait untuk segera menyusun jadwal yang jelas dan melibatkan semua pihak yang berkompeten agar proses verifikasi dapat berjalan efektif dan efisien.

โ€œKalau sudah ada jadwal, langsung jalankan. Jangan tunggu lama. Kami di DPRK akan ikut mengawasi dan memastikan tidak ada lagi hambatan di lapangan,โ€ ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa persoalan sertifikat rumah dhuafa bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menyangkut harkat dan martabat masyarakat kecil.

Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas.

Mus Seudong juga menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi dalam mempercepat penyelesaian masalah ini.

Ia meminta semua pihak untuk meninggalkan ego sektoral dan bekerja sama demi kepentingan masyarakat.

โ€œIni bukan kerja satu instansi saja. Semua pihak harus terlibat dan bergerak bersama. Kalau tidak ada koordinasi yang baik, masalah ini akan terus berulang,โ€ katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa lambatnya penyelesaian persoalan ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Oleh karena itu, ia mendesak agar langkah konkret segera diambil untuk membuktikan komitmen pemerintah dalam melayani rakyat.

โ€œJangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan. Pemerintah harus menunjukkan bahwa mereka serius menyelesaikan masalah ini,โ€ tegasnya lagi.

Mus Seudong berharap verifikasi yang akan dilakukan dapat menjadi pintu masuk untuk penyelesaian permanen persoalan sertifikat rumah dhuafa di Aceh Barat Daya.

Ia menegaskan bahwa DPRK akan terus mengawal hingga seluruh warga penerima bantuan mendapatkan haknya secara penuh.

โ€œFokus, kerja cepat, dan tuntaskan. Itu yang masyarakat butuhkan saat ini,โ€ pungkasnya.(*)

ร—
ร—