LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA –Memasuki puncak musim penghujan dengan intensitas tinggi, Polres Aceh Barat Daya menyiagakan ratusan personel dan menyusun skenario tanggap darurat terpadu guna mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor.
Langkah tersebut ditegaskan Kapolres Aceh Barat Daya usai memimpin apel kesiapan di Mapolres setempat, Selasa (14-4-2026).
Kesiapsiagaan ini merupakan respons atas peringatan dari pemerintah daerah dan prediksi peningkatan curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk wilayah Abdya dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan data pemetaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, terdapat tiga kecamatan yang masuk kategori risiko tinggi bencana.
Kecamatan Blangpidie berpotensi mengalami banjir akibat luapan Sungai Krueng Beukah, Kecamatan Susoh rawan banjir rob dan genangan pesisir, sementara Kecamatan Lembah Sabil berisiko tinggi terhadap tanah longsor, khususnya di jalur perbukitan.
Kapolres menegaskan pihaknya mengedepankan langkah preventif dan respons cepat guna meminimalisasi dampak bencana.
Seluruh personel, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek, disiagakan selama 24 jam penuh, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
โPrinsipnya preventif dan cepat tanggap. Kami tidak ingin bergerak tanpa persiapan,โ ujarnya.
Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, Polres Aceh Barat Daya membagi skenario penanggulangan dalam tiga tahap utama.
Pada tahap pra-bencana, fokus mengarah pada pencegahan dan deteksi dini.
Pengarahan personel Bhabinkamtibmas dan Polsek untuk melakukan patroli dialogis di kawasan rawan, seperti bantaran sungai, lereng bukit, serta jalur lintas BlangpidieโTapaktuan yang kerap terdampak longsor.
Selain itu, pemberian edukasi kepada masyarakat terkait tanda-tanda awal bencana.
โKami minta anggota memastikan jalur evakuasi dalam kondisi aman dan tidak terhalang,โ kata Kapolres.
Tahap kedua adalah pemberlakuan tanggap darurat setelah penetapan status resmi oleh pemerintah daerah.
Dalam kondisi tersebut, Polres akan mengaktifkan posko terpadu di Mapolres serta posko sektor di wilayah rawan.
Langkah meliputi pengerahan tim SAR Polres, evakuasi warga dengan prioritas kelompok rentan, pengaturan lalu lintas di lokasi terdampak, serta pendirian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
Pada tahap pasca-bencana, pihaknya mengarahkan personil pada pemulihan dan pengamanan.
Personel akan melakukan patroli untuk mencegah aksi penjarahan di rumah warga, serta membantu pendataan korban dan kerugian.
Selain itu, Polres juga menyiapkan pendampingan psikososial awal bagi warga terdampak, khususnya di lokasi pengungsian.
Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, Polres Aceh Barat Daya telah memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap pakai, termasuk perahu karet, tenda, dan perlengkapan SAR lainnya.
Kapolres menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana, termasuk dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Menutup keterangannya, Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan setiap tanda awal bencana kepada aparat setempat.
โJangan tunggu kondisi parah. Laporan cepat dari masyarakat sangat penting untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa,โ ujarnya.



