LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Tokoh masyarakat Barat Selatan Aceh (Barsela), Adoen Elizar Lizam, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang menginginkan hasil produksi migas dari Blok Andaman olahan di Aceh sebelum pemasaran.
Menurut Adoen, langkah tersebut sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Aceh sekaligus membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.
โHarapan kita migas Blok Andaman prosesnya di Aceh. Ini semua dalam rangka menghargai Aceh dan membuka lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi Aceh,โ ujar Adoen Elizar Lizam kepada media ini, Rabu (3-6-2026).
Ia menilai Aceh tidak boleh hanya menjadi daerah penghasil bahan baku yang kemudian memberikan keuntungan lebih besar kepada daerah lain melalui proses pengolahan.
โJanganlah Aceh menjadi sapi perah, tetapi ketika menjadi susu bubuk justru disebut sebagai produk daerah lain,โ katanya.
Adoen mengatakan masyarakat Aceh pernah merasakan dampak positif dari keberadaan industri pengolahan gas Arun di Kota Lhokseumawe.
Saat itu, sektor migas mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan dan menghidupkan berbagai sektor usaha pendukung.
โKita merasakan bagaimana dampak ekonomi ketika gas Arun di Kota Lhokseumawe. Kehidupan ekonomi Aceh saat itu cukup bergairah, walaupun manfaat terbesarnya dirasakan masyarakat di wilayah pantai timur Aceh,โ ujarnya.
Karena itu, ia mendukung perjuangan Mualem agar hasil produksi migas dari Blok Andaman tidak langsung keluar daerah, melainkan terlebih dahulu menjalani proses pengolahan di Aceh sehingga masyarakat Aceh dapat merasakan manfaat ekonominya.
Selain mendukung pengolahan migas Blok Andaman di Aceh, Adoen juga mengajak pemerintah dan masyarakat untuk mulai mempersiapkan pengembangan industri hilir migas di kawasan Barat Selatan Aceh.
Ia berharap apabila Blok Meulaboh nantinya berhasil memproduksi migas secara komersial, maka proses pengolahannya juga dapat dilakukan di wilayah Barsela.
โDi Abdya ada Teluk Surin yang memiliki lahan negara sekitar 1.000 hektare. Kawasan tersebut sangat potensial untuk menjadi lokasi pembangunan fasilitas penyulingan migas sebelum hasil produksinya diekspor ke luar negeri,โ jelasnya.
Menurut Adoen, keberadaan fasilitas pengolahan migas di Barsela akan membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan pantai barat selatan Aceh.
โSeiring rencana eksploitasi migas di Blok Andaman, kita di Barsela harus mulai berpikir agar ketika Blok Meulaboh berproduksi nanti, migasnya juga dapat diolah di Barsela. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sektor energi benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh,โ tutup Adoen Elizar Lizam.



