LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok, khususnya tomat dan cabai di pasar tradisional Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kurangnya pasokan barang di tingkat petani di tengah tingginya permintaan pasar menjadi pemicu utama melonjaknya harga kebutuhan dapur tersebut.
Salah seorang pedagang di pasar tradisional Blangpidie, Abdya, Nurul Zahri mengatakan, harga tomat saat ini dijual Rp24 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp15 ribu per kilogramnya.
Lebih lanjut, sebut Nurul, kenaikan harga tomat sudah terjadi sejak satu Minggu terakhir. Menurutnya, tingginya minat pembeli sementara pasokan barang berkurang menjadi penyebab utama naiknya harga komoditas tersebut.
“Sekarang tomat kita jual Rp24 ribu per kilogram. Permintaan masyarakat cukup tinggi, tetapi stok barang yang masuk ke pasar berkurang sehingga harga ikut naik,” kata Nurul Zahri, Senin (18/5/2026).
Selain tomat, lanjutnya, harga cabai merah dan cabai rawit juga mengalami kenaikan dari sebelumnya dijual Rp25 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp35 ribu per kilogramnya.
“Sudah dua Minggu naiknya harga cabai merah dan cabai rawit. Sekarang kita jual Rp35 ribu per kilogram. Cabai yang kita jual ini dipasok dari petani lokal Abdya, Gayo Lues, hingga Medan Sumatera Utara,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata Nurul, harga bawang merah hingga saat ini masih bertahan seharga Rp45 ribu per kilogram, dan telah bertahan sejak satu bulan terakhir. Sedangkan bawang putih dijual Rp38 ribu per kilogram yang sudah berlangsung selama tiga bulan.
“Minyak goreng curah sekarang kita jual Rp40 ribu per bambu, naik dari harga sebelumnya Rp38 ribu per bambu. Sudah dua Minggu ini naik harganya,” sebut Nurul.
Berbeda dengan minyak goreng curah, tambah Nurul, minyak goreng kemasan merk Minyak Kita justru turun menjadi Rp20 ribu per liter, dari sebelumnya Rp22 ribu per liter. Kenaikan harga Minyak Kita ini sudah bertahan sejak satu minggu terakhir.
“Sedangkan minyak goreng kemasan merk Bimoli dan Sunco masih kita jual Rp24 ribu per liter, dan masih bertahan sejak dua minggu terakhir,” ucapnya.
Untuk gula pasir, kata Nurul, harganya bertahan stabil diangka Rp20 ribu per kilogram sejak sebulan lalu.
“Harga telur ayam masih kita Rp55 ribu per papan, dan nasib stabil selama dua bulan terakhir,” terangnya.
Nurul menyebutkan, minat beli masyarakat di pasar tradisional Blangpidie tetap ramai meskipun sejumlah kebutuhan dapur mengalami kenaikan harga. Kondisi itu disebabkan kebutuhan pokok rumah tangga tetap harus dipenuhi setiap hari.
“Alhamdulillah, masyarakat tetap ramai berbelanja karena ini kebutuhan pokok rumah tangga yang wajib dipenuhi setiap harinya. Mau naik ataupun turun harganya, tetap dicari,” pungkas Nurul Zahri.



