Abdya
Beranda | Obat Kosong, Resep Tanpa Stempel, Pelayanan RS Teungku Peukan Abdya Dikeluhkan Pasien

Obat Kosong, Resep Tanpa Stempel, Pelayanan RS Teungku Peukan Abdya Dikeluhkan Pasien

Foto : Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Nurdianto saat sidak di RSUDTP.

LINEAR.CO.ID| ACEH BARAT DAYA – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menuai keluhan dari pasien dan keluarga pasien.

Selain menghadapi kekosongan stok obat di rumah sakit, mereka juga mengalami kendala saat membeli obat di apotek karena resep dokter tidak memuat stempel resmi rumah sakit.

Salah seorang keluarga pasien yang meminta namanya tidak ditulis mengaku harus mencari obat di luar rumah sakit setelah persediaan obat yang dibutuhkan tidak tersedia di instalasi farmasi RSUD Teungku Peukan.

Namun, upaya membeli obat di apotek tidak berjalan lancar. Petugas apotek menolak melayani pembelian karena resep yang dibawa pasien tidak dilengkapi stempel rumah sakit.

โ€œObat di rumah sakit tidak ada, kami diminta membeli di luar. Saat resep kami bawa ke apotek, petugas tidak bisa melayani karena resep dari dokter tidak ada stempel rumah sakit,โ€ ujar keluarga pasien kepada media ini, Senin (23-6-2026).

Enam Bulan Gaji Guru PPPK PW di Abdya Belum Dibayarkan

Ia menilai pelayanan di RSUD Teungku Peukan Abdya masih perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, pasien yang sedang menjalani pengobatan seharusnya tidak menghadapi persoalan administrasi yang dapat menghambat akses terhadap obat.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa pihak apotek telah beberapa kali mengingatkan pihak rumah sakit terkait pentingnya kelengkapan administrasi pada resep yang digunakan untuk pembelian obat di luar rumah sakit.

Sumber dari apotik tersebut mengatakan, resep yang digunakan untuk pembelian obat di luar rumah sakit harus memuat stempel resmi agar proses pelayanan di apotek berjalan sesuai ketentuan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Penunjang Medik RSUD Teungku Peukan, Teuku Fakhruddin, SKM, MPH, membenarkan bahwa jenis obat Diazepam yang dicari pasien memang sedang kosong di tingkat distributor.

Lepas Pawai Obor, Safaruddin Tegaskan Tahun Baru Islam Momen Perbaikan Diri

โ€œBenar, untuk obat Diazepam yang dicari pasien memang sedang kosong di distributor,โ€ kata Teuku Fakhruddin saat dikonfirmasi media ini.

Ia juga menjelaskan bahwa pasien yang membeli obat di luar rumah sakit harus terlebih dahulu melengkapi resep dengan stempel resmi dari petugas RSUD Teungku Peukan.

โ€œMemang kalau pasien membeli obat di luar rumah sakit, resepnya harus distempel dulu oleh petugas di RSUD, baru dibawa ke apotek,โ€ ujarnya.

Menurut Teuku Fakhruddin, resep yang tidak memuat stempel kemungkinan terjadi karena adanya kelalaian dari petugas.

โ€œMungkin itu kelalaian petugas,โ€ katanya.

Meski Dilarang, Praktik Rangkap Jabatan Masih Terjadi Di Desa, SE Bupati Abdya Dikangkangi

Masyarakat berharap manajemen RSUD Teungku Peukan segera melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan, terutama terkait ketersediaan obat dan kelengkapan administrasi resep dokter.

Warga juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Abdya meningkatkan pengawasan terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut agar pasien memperoleh pelayanan yang lebih baik.

โ€œJangan sampai masyarakat yang sedang sakit justru dipersulit oleh persoalan administrasi. Rumah sakit harus membenahi pelayanan agar kejadian seperti ini tidak terulang,โ€ kata seorang warga Kecamatan Blangpidie.

Keluhan mengenai stok obat yang kosong dan resep dokter tanpa stempel menambah sorotan terhadap pelayanan RSUD Teungku Peukan Abdya.

Masyarakat berharap pihak rumah sakit segera mengambil langkah perbaikan agar pasien tidak lagi mengalami hambatan saat memperoleh obat yang dibutuhkan.

ร—
ร—