Internasional
Beranda | Dalam 10 Tahun, Negara-Negara Ini Diprediksi Masuki Klub Nuklir

Dalam 10 Tahun, Negara-Negara Ini Diprediksi Masuki Klub Nuklir

10 Tahun
Ilustrasi

LINEAR.CO.ID | JAKARTA – Iran diprediksi menjadi negara paling berpotensi memiliki senjata nuklir dalam 10 tahun ke depan, berdasarkan survei yang dilakukan Atlantic Council terhadap 356 pakar dari sekitar 50 negara. Melansir dari Katadata Databoks, sebanyak 72,8% responden menyebut Iran sebagai kandidat paling mungkin bergabung dalam kelompok negara pemilik senjata nuklir, mengungguli negara-negara lain dalam daftar. (16/07/2025).

Arab Saudi berada di posisi kedua dengan persentase 41,6%, disusul Korea Selatan (40,2%), Jepang (28,6%), Ukraina (14,9%), dan Taiwan (7,9%). Selain itu, sekitar 6,2% responden memperkirakan negara-negara lain yang tidak disebutkan secara spesifik juga berpeluang memiliki senjata nuklir dalam satu dekade mendatang. Menariknya, 12,1% responden meyakini tidak akan ada negara tambahan yang akan menjadi pemilik senjata nuklir dalam kurun waktu tersebut.

Para pakar yang disurvei berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari lembaga pemerintah, organisasi internasional, akademisi, hingga sektor swasta dan non-profit. Survei ini dilakukan pada November hingga Desember 2024, dalam konteks meningkatnya ketegangan geopolitik global serta perkembangan teknologi militer dan nuklir.

Prediksi dominan terhadap Iran sejalan dengan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang menyatakan bahwa program nuklir negara tersebut terus berkembang. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, bahkan menyebut program nuklir Iran telah mengalami kemajuan signifikan dalam berbagai aspek. “Program nuklir mereka telah berkembang pesat, telah berkembang ke segala arah,” ujarnya seperti dilansir BBC pada 7 Desember 2024.

Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi penyebaran senjata pemusnah massal di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya. Rivalitas regional, seperti antara Iran dan Arab Saudi, turut memicu spekulasi bahwa perlombaan senjata nuklir bisa saja terjadi di masa depan. Di sisi lain, ketegangan di Asia Timur juga memunculkan wacana pengembangan senjata nuklir oleh negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang yang selama ini berada di bawah perlindungan nuklir Amerika Serikat.

Tuding Disosmed Jual Sate Busuk di Subulussalam, Berujung Minta Maaf

Survei ini mencerminkan kekhawatiran para pakar terhadap lemahnya sistem pengendalian senjata internasional dan potensi melemahnya perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT) di masa depan. Jika tren ini terus berlanjut, maka struktur keamanan global dapat mengalami perubahan signifikan, dengan semakin banyak negara yang berpotensi mengembangkan atau memiliki senjata nuklir.

×
×