LINEAR.CO.ID | BANDA ACEH – Kisah Mukminah (44), penyintas kanker asal Kampung Kenawat Redelong Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah begitu miris. Betapa tidak, Ibu dari dua anak ini di vonis menderita kanker servik sejak tahun 2015 silam.
Selama itu pula, dengan kondisi ekonomi yang tidak mampu, Mukminah harus berjuang untuk melawan kanker dengan menjalani pengobatan panjang dan berulang baik di RSUD di Kabupaten Bener Meriah maupun di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Namun harapan untuk dapat dirujuk ke jenjang pengobatan lebih tinggi selalu kandas oleh kendala ketiadaan biaya.
Kondisinya terus menurun, bahkan sudah tidak dapat lagi berjalan. Ahlan Tahir, anak lelakinya yang menjadi tulang punggung ekonomi sudah lama berhenti bekerja karena merawat serta menjaga ibunya baik dirumah saat atau kala dirujuk ke rumah sakit oleh karena penurunan kondisi. Sudah 2 minggu ini, Mukminah dirawat di RSUDZA Banda Aceh karena mengalami koma dan beberapa hari kedepan harus dipulangkan karena masa rawat berakhir.
Kondisi Mukminah pun sampai membuat miris anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma, S.Sos, M.Sos, setelah mendapat informasi dari salah satu warga Bener Meriah. Mengatahui hal itu, Haji Uma angsung mengutus stafnya untuk menjenguk Mukminah di RSUDZA Banda Aceh.
Pada Jumat (24/7/2026) malam, Mulyadi Syarif selaku Staf Ahli DPD RI bertemu Mukminah yang didampingi oleh anaknya, Ahlan di RSUDZA. Selain untuk mengetahui lebih jauh akan kondisi Mukminah, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk menyerahkan bantuan biaya makan bagi pendamping dan keperluan lainnya guna sedikit banyak dapat meringankan beban.
Dalam pertemuan tersebut, Ahlan bercerita soal kondisi ibunya dan ekonomi keluarga yang tidak mampu. Karena itu, Mukminah banyak dirawat dirumah karena ketiadaan biaya transport serta biaya makan selama dirumah sakit. Terakhir, ibu nya dirujuk ke RSUDZA karena mengalami koma.
“Kami tidak punya apa-apa dan saya telah lama berhenti kerja karena harus merawat ibu. Dokter menyarankan dirujuk ke Medan atau Jakarta tapi itu berat karena tidak ada biaya untuk transport dan biaya makan”, ujar Ahlan kepada Mulyadi.
Haji Uma sendiri secara terpisah menyarankan kepada Ahlan agar baiknya Mukminah langsung dirujuk ke Jakarta. Haji Uma berjanji membantu biaya sewa tempat tinggal dan biaya makan bagi Mukminah dan Ahlan selama menjalani proses pengobatan di Jakarta nantinya. Haji Uma juga berharap Pemkab Bener Meriah dan Pemerintah Aceh melalui perangkatnya serta donatur lainnya untuk ikut bersama-sama membantu biaya tiket untuk proses rujukan ke Jakarta.
“Kita miris dengan kondisi Ibu Mukminah, karena itu menyarankan rujukan ke Jakarta agar lebih optimal. Insya Allah kita akan menanggung biaya makan dan tempat tinggal selama berobat. Kita harap pemerintah daerah dan pihak lainnya untuk ikut membantu biaya transportasi sehingga Ibu Mukminah dapat segera dirujuk ke Jakarta”, ujar Haji Uma, Sabtu (25/7/2026).
Haji Uma melanjutkan jika Ibu Mukminah adalah satu dari banyak warga Aceh yang mengalami kendala dalam proses berobat karena tidak ada biaya untuk transportasi dan biaya makan serta keperluan lain selama berobat. Sehingga banyak memilih menunda untuk dirujuk ke rumah sakit karena faktor tidak adanya biaya. Untuk itu, ia berharap kondisi ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah.
“Ibu Mukminah salah satu dari sekian banyak warga Aceh yang menunda atau memilih tidak dirujuk ke rumah sakit karena tiada biaya. Untuk pengobatan memang ditanggung BPJS, namun bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi miskin banyak terkendala biaya jalan dan biaya makan pendamping. Kita berharap kondisi ini menjadi perharian pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya”, tutup Haji Uma.


