LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Jhoni Arizal S.STP M.Si tidak sedikit warga Kota Subulussalam yang mengenalinya. Dikarenakan, setiap warga yang mengadu atau menyampaikan keluhannya ke Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam pasti dihadapkan dengan dirinya.
Diketahui, Jhoni Arizal kelahiran, 18/11/1983 ini, merupakan lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Tahun 2016, awal menjabat sebagai Pegawai Negeri, ia ditempatkan langsung di Kota Subulussalam.
Jhoni Arizal yang akrab disapa Bang Joni, saat ini menjabat sebagai Asisten II, membidangi Asisten Perekonomian dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Subulussalam.
Dia terlihat selalu tampil di barisan terdepan, demi mempertahankan kepentingan warga maupun kepentingan lembaga Pemerintahan Kota Subulussalam.
Pasalnya. Beberapakali terekam kamera, Jhoni Arizal selalu membentengkan dirinya untuk menyelesaikan persoalan baik di tengah masyarakat maupun dibidang mempertahankan roda kepemerintahan Kota Subulussalam.
Seperti kejadian pada Kamis, 1/12/2022, silam. Terpantau Jhoni Arizal tengah beradu argumen dengan Irwandi yang saat itu pejabat UPTD KPH Wilayah VI.
Dia dengan keras mempertahankan penguasaan aset gedung Satpol-PP dan WH Kota Subulusalam agar tidak diduduki langsung oleh pihak KPH pada saat itu, dengan alasan Walikota Subulussalam pada masa itu tengah menunggu balasan surat dari Gubernur Aceh terkait pemakaian gedung tersebut.
Selain itu, linear.co.id mencatat dalam tahun 2026 ini, terdapat dua kasus yang menghebohkan warga Kota Subulussalam, yang di pimpin langsung oleh Jhoni Arizal, dalam rapat audensi untuk menyelesaikan persoalan warga dengan perusahaan di wilayah Kota Subulussalam.
Yaitu, persoalan Tower di Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, dan Tower di Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri. Kedua Tower ini, sempat menghebohkan warga setempat hingga mengadukan keluhannya ke Pemerintah Kota Subulussalam untuk menuntut kompensasi terkait kerugian akibat hadirnya kedua Tower tersebut.
Kemudian, muncul persoalan Pabrik Pengolahan Berondolan Kelapa Sawit milik PT Bensuli Salam Makmur yang beroperasi di Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota setempat.
Perusahaan ini, sempat berkonflik dengan beberapa masyarakat sekitar hingga menimbulkan gejolak besar. Alhasil, pihak perusahaan, untuk sementara menutup seluruh oprasional di perusahaan itu.
Tak berselang lama, puluhan para pekerja di Perusahaan PT Bensuli Salam Makmur mengadukan keluhannya kepada Pemerintah Kota Subulussalam, lantaran tidak beroperasinya PT Bansuli Salam Makmur mengakibatkan putusnya mata pencarian pekerja tersebut.
Dikesempatan itu, puluhan pekerja PT Bensuli Salam Makmur ini langsung berhadapan dengan Jhoni Arizal yang menjabat sebagai Asisten II Setdako Subulussalam serta Instansi terkait.
Tak mengenal waktu lelah, dianya dan Kepala SKPK terkait langsung melakukan rapat audensi terkait penyelesaian persoalan yang terjadi di lingkungan Kota Subulussalam saat ini.
Per hari ini, melalui Jhoni Arizal dan instansi terkait, Pemerintah Kota Subulussalam tengah membahas untuk memecahkan persoalan puluhan warga dengan PT Bansuli saat ini. (*)



