Abdya
Beranda | Diduga Diserang Beruang, 14 Ekor Kambing Warga di Abdya Mati

Diduga Diserang Beruang, 14 Ekor Kambing Warga di Abdya Mati

Foto : Kambing milik warga Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya mati mendadak dalam semalam yang diduga akibat amukan beruang.

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Sebanyak 14 ekor kambing milik Ubat A (38) warga Gampong Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mati mengenaskan.

Menurut informasi yang diperoleh, ternak kambing warga yang mati secara mengenaskan hanya dalam kurun waktu semalam itu diduga akibat serangan Beruang Madu.

Keuchik Gampong Kuta Bak Drien Zulkifli YS membenarkan bahwa 14 ekor kambing milik Ubat mati secara mendadak. Ia juga mengaku kalau pemilik kambing merasa terkejut dan terpukul setelah melihat 14 ternaknya mati mengenaskan.

“Kalau kita lihat dari bangkainya, kambing ini diduga mati akibat serangan beruang, karena di seluruh tubuh kambing itu ada bekas cakaran yang menyerupai cakaran beruang,” kata dia.

Menurut Zulkifli, peristiwa serangan beruang terhadap ternak kambing tersebut terjadi pada malam hari sekitar pukul 01.00 WIB. Sementara, pemilik baru mengetahui hewan peliharaannya mati waktu pagi.

Haji Maop Pimpin DPW Partai Aceh Aceh Timur, Fokus Konsolidasi Kader

“Pasca 14 ekor kambing milik Ubat mati membuat warga yang memelihara ternak mulai khawatir,” ujarnya.

Zulkifli juga mengatakan, munculnya satwa dilindungi itu ke permukiman warga merupakan ancaman serius yang harus segera diatasi. Apalagi, kata dia, permukiman warga sangat berdekatan dengan kebun dan gunung,

“Sementara ini kami meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan, dan bagi peternak supaya memperbaiki kandang mereka supaya lebih kokoh serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan beruang di sekitar pemukiman,” pintanya.

Akibat peristiwa itu, kata Zulkifli, pemilik ternak kambing mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah. Ia juga mengaku bahwa Ubat merupakan warga kurang mampu mengingat selama ini dia bekerja serabutan.

“Saudara kita Ubat ini hanya pekerja serabutan dan memelihara kambing hanya pekerjaan sampingan dia. Maka dari itu kami juga berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu dia supaya bisa kembali melanjutkan usaha dia ini,” ucapnya.

Persoalan Lahan di Lae Saga, Ginting Beberkan Alas Hak dan Kerugian

Ia juga berharap kepada Pemerintah dan BKSDA agar segera menindaklanjuti permasalahan munculnya satwa liar ini. Sebab, jika terus dibiarkan akan berdampak bahaya bagi masyarakat dan ternak.

“Kami meminta kepada BKSDA bisa turun ke gampong kami supaya bisa melacak keberadaan beruang, karena kalau ini tidak segera diatasi maka akan membahayakan masyarakat dan ternak warga,” pungkas dia.(*)

ร—
ร—