LINEAR.CO.ID | SUMEDANG – Peringatan Milad ke-75 Keluarga Masyarakat Aceh Bandung (KAMABA) yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal berlangsung khidmat dan penuh antusias di Pendopo Bupati Sumedang, Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh masyarakat Aceh dari berbagai penjuru Jawa Barat yang memadati lokasi sejak pagi hari.
Hadir sebagai penceramah utama, anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, menyampaikan tausiah yang sarat nilai sejarah dan semangat perjuangan. Dalam ceramah berdurasi sekitar 40 menit tersebut, ia mengangkat sosok Cut Nyak Dhien sebagai figur teladan dalam membangun karakter dan daya juang umat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Asisten III Pemerintah Aceh Murtala, Ketua Umum KAMABA Zulmauli Bahri, Ketua Pembina Zulkifli M. Adam, Ketua Tim Muslem Armas, serta tokoh Aceh lainnya seperti Surya Darma.
Dalam ceramahnya, Haji Uma menekankan bahwa perjuangan Cut Nyak Dhien tidak hanya relevan dalam konteks sejarah, tetapi juga menjadi pedoman moral bagi generasi saat ini. Ia menguraikan tiga aspek esensial yang dapat dipetik dari sosok pahlawan nasional tersebut.
“Pertama adalah kegigihan dalam berjuang, kedua keikhlasan dalam mengabdi, dan ketiga integritas atau prinsip hidup yang kuat. Tiga nilai ini harus menjadi rujukan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Haji Uma di hadapan para peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa Cut Nyak Dhien tetap tegar melawan penjajah Belanda meskipun harus kehilangan suaminya, Teuku Umar, dalam medan perang. Keteguhan tersebut, menurutnya, menjadi simbol kekuatan iman dan komitmen dalam membela bangsa serta agama.
Lebih lanjut, Haji Uma mengajak masyarakat Aceh di perantauan untuk terus menjaga identitas, memperkuat solidaritas, serta berkontribusi positif di daerah masing-masing tanpa melupakan nilai-nilai budaya dan sejarah Aceh.
Sebagai rangkaian kegiatan, Haji Uma bersama rombongan juga melakukan ziarah ke makam Cut Nyak Dhien di Sumedang. Dalam kesempatan tersebut, ia memimpin doa yang diikuti oleh para tokoh Aceh dan masyarakat yang hadir, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa sang pahlawan.
Peringatan Milad ke-75 KAMABA ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya bagi diaspora Aceh di Jawa Barat.



