Subulussalam
Beranda | Pasar Tradisional Subulussalam Sumbang PAD 50 Juta per Tahun, 42 Kios Dikutip Disperindagkop

Pasar Tradisional Subulussalam Sumbang PAD 50 Juta per Tahun, 42 Kios Dikutip Disperindagkop

LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM –ย Pasar Tradisional Kota Subulussalam menyumbang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Subulussalam sebesar Rp. 50 Juta pertahunnya. Sementara itu, sebanyak 42 kios dikutip Disperindagkop, Senin, (03/08/26).

Hal ini disampaikan langsung oleh perwakilan pengelola Pasar Tradisional Ridwan Padang. Ia menyebutkan, selama 2 tahun mengelola Pasar Tradisional tersebut, pihaknya telah menyetor untuk PAD Kota Subulussalam sebesar 50 Juta pertahunnya.

Retribusi ini, meliputi iuran dari Gedung Pasar Tradisional, Pajak Ikan, Pajak Ayam dan Pajak Sayur yang diperkirakan sebanyak 60 pedagang.

Ia mengaku, pihaknya baru dua tahun mengelola Pasar Tradisional Kota Subulussalam, di tahun pertama pada 2025 pihaknya telah menyetor langsung ke Bendahara Khusus Penerima PAD Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) setempat, sebesar Rp. 47 Juta Rupiah.

Kemudian, lanjut tahun ke dua pada tahun 2026, pihaknya langsung menyetor retribusi ke Rekening Khas Umum Daerah (RKUD) Kota Subulussalam sebesar Rp. 50 Juta rupiah.

Jelang Hari Damai Aceh ke 21, Jubir KPA Subulussalam Ajak Elemen Masyarakat Rawat dan Jaga Perdamaian

Disamping itu, terdapat sebanyak 42 kios didalam Pasar Tradisional diluar dari sepengetahuan pengelolaan Pasar. Ternyata, ke 42 kios tersebut, dikelola langsung oleh pihak Disperindagkop dan UKM Kota Subulussalam.

Tak tanggung-tanggung, perkios nya dikenakan tarif sebesar Rp. 3 Juta pertahun, hal ini berlangsung sejak berdirinya bangunan kios di Pasar Tradisional depan SPBU Oyon itu.

Plt Kepala Disperindagkop dan UKM membenarkan hal itu. Namun, hingga saat ini ia menjabat sebagai Plt Disperindagkop dan UKM Kota Subulussalam, ia belum pernah melihat data rekapitulasi terkait pembayaran maupun setoran ke 42 Kios, baik ke Disperindagkop maupun ke RKUD.

Pasalnya, sejak di lantiknya Awaluddin SE menjabat sebagai Plt Kepala Disperindagkop, ia menemukan kekosongan bendahara di Dinas itu.

Mirisnya, pemeliharaan berkala pada fasilitas di gedung maupun lainnya di Pasar Tradisional itu, hingga saat ini sangat didambakan para pedagang disana. Seperti, perbaikan atap Gedung dan juga pengaspalan badan jalan menuju Pasar sayur-mayur.

Perkuat Organisasi, DPC PKB Aceh Timur Rekrut Calon Pengurus DPAC di Seluruh Kecamatan

Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Awaluddin SE mengaku telah mengajukan perbaikan fasilitas Pasar Tradisional Kota Subulussalam ke Pemerintah Kota Subulussalam.

“Saat ini kita tengah menunggu realisasi anggaran untuk perbaikan fasilitas di Pasar Tradisional Kota Subulussalam, agar para pedagang disana dapat berjualan dengan nyaman,” tandasnya. (*)

ร—
ร—