LINEAR.CO.ID | JAKARTA – Perjalanan akademik H.Sudirman, S.Sos., M.Sos yang dikenal dengan sapaan Haji Uma, mencatat capaian penting. Penelitian yang berangkat dari tesisnya berhasil dikembangkan menjadi artikel ilmiah dan diterbitkan dalam Jurnal Cinta Nusantara, jurnal yang terakreditasi Sinta 3. Kamis .01/10/2026).
Artikel berjudul Political Hegemony and the Emergence of a Single Candidate in the 2024 North Aceh Local Election: A Gramscian Perspective tersebut diterbitkan pada Vol. 4 No. 3 Tahun 2026, halaman 487–502, dengan DOI 10.63754/jcn.v4i3.179.
Publikasi ini menjadi bagian penting dari perjalanan akademik H.Sudirman, karena menunjukkan bahwa penelitian tesis tidak berhenti sebagai dokumen akademik untuk memenuhi persyaratan pendidikan. Penelitian tersebut dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah yang dipublikasikan dan menjadi bahan kajian bagi masyarakat akademik yang lebih luas.
Penelitian tersebut secara khusus mengkaji fenomena munculnya calon tunggal dalam Pilkada Aceh Utara 2024 dengan menggunakan perspektif pemikiran Antonio Gramsci, khususnya konsep hegemoni. Perspektif tersebut digunakan untuk memahami bagaimana kekuasaan, kepemimpinan, legitimasi, serta persetujuan sosial terbentuk dalam dinamika politik lokal.
Hasil kajian menyoroti sejumlah aspek penting, antara lain legitimasi historis, kepemimpinan ideologis, akomodasi elite, dan terbentuknya persetujuan sosial dalam proses konsolidasi hegemoni politik. Dengan pendekatan tersebut, penelitian tidak hanya melihat fenomena calon tunggal dari sisi prosedural pemilihan, tetapi juga berupaya memahami dinamika sosial politik yang melatarbelakanginya.
Artikel tersebut ditulis oleh Sudirman, Sahruddin Lubis, TB Massa Dja’far, Safrizal Rambe, dan Alfa Khalil Ikram. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan penelitian akademik menjadi artikel jurnal dapat membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus memperluas kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Bagi Haji Uma, yang saat ini juga sedang menempuh pendidikan Doktoral di Unas, publikasi ini menjadi capaian penting dalam perjalanan akademiknya. Tesis yang sebelumnya menjadi bagian dari proses pendidikan kini memperoleh ruang yang lebih luas melalui publikasi ilmiah.
Publikasi pada jurnal Sinta 3 juga menempatkan hasil penelitian tersebut dalam ekosistem publikasi ilmiah nasional yang lebih luas. Bagi mahasiswa dan peneliti, publikasi menjadi salah satu sarana untuk menyebarluaskan gagasan dan temuan penelitian kepada komunitas akademik.
Fenomena politik lokal yang menjadi objek penelitian juga memiliki relevansi dengan kajian demokrasi di Indonesia. Daerah merupakan ruang penting dalam pelaksanaan demokrasi karena di dalamnya berlangsung proses pemilihan, pembentukan kepemimpinan, interaksi elite, serta hubungan antara institusi politik dan masyarakat.
Proses mengubah tesis menjadi artikel jurnal membutuhkan penyusunan ulang substansi, penyesuaian dengan standar publikasi, penyuntingan akademik, serta proses penelaahan sebelum artikel dinyatakan layak terbit. Karena itu, publikasi tersebut menjadi bagian dari proses panjang dalam membangun budaya penelitian dan publikasi ilmiah.
Keberhasilan H.Sudirman Haji Uma mengembangkan tesis menjadi artikel ilmiah di jurnal Sinta 3 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan peneliti lainnya untuk terus mengembangkan hasil penelitian. Penyelesaian tesis bukanlah akhir dari proses akademik, tetapi dapat menjadi awal untuk menghasilkan karya ilmiah yang memiliki manfaat lebih luas.
“Terima kasih kepada seluruh dosen, pembimbing, keluarga, civitas akademika Universitas Nasional (UNAS), serta masyarakat yang telah mendukung proses penelitian ini hingga dapat diterbitkan menjadi jurnal. Semoga jurnal ini dapat memberikan manfaat dan menjadi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Haji Uma.
Terbitnya artikel tersebut menunjukkan bahwa sebuah penelitian akademik dapat melampaui ruang pendidikan dan berkembang menjadi bagian dari diskursus ilmiah. Melalui publikasi, gagasan dan temuan penelitian memiliki kesempatan untuk dibaca oleh akademisi, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat yang memiliki perhatian terhadap dinamika politik lokal.


