LINEAR.CO.ID | LHOKSEUMAWE – Prestasi yang berhasil mengangkat nama UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe ke tingkat internasional pada akhir tahun 2025 kini menjadi sorotan.
Pasalnya, sejumlah mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama kampus di berbagai ajang nasional maupun internasional dikabarkan hanya menerima penghargaan berupa transfer dana tanpa adanya apresiasi langsung dari rektor.
Mahasiswa yang telah berjuang membawa nama baik kampus tersebut dinilai belum memperoleh penghormatan yang sepadan dengan capaian yang mereka raih. Hingga kini, tidak ada pemanggilan khusus, penyerahan penghargaan secara langsung, maupun pertemuan resmi dengan pimpinan universitas sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah mengangkat citra kampus di tingkat yang lebih luas.
Padahal, prestasi yang diraih mahasiswa sepanjang akhir tahun 2025 bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, melainkan juga membawa dampak positif bagi reputasi institusi. Keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi dan ajang bergengsi turut memperkenalkan nama UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kepada masyarakat luas serta meningkatkan daya saing kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Ironisnya, setelah berhasil mengharumkan nama kampus, penghargaan yang diterima disebut hanya berupa transfer dana ke rekening masing-masing penerima. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan mahasiswa mengenai bentuk penghargaan yang diberikan kampus terhadap para peraih prestasi tersebut.
Banyak pihak menilai bahwa apresiasi terhadap mahasiswa berprestasi tidak cukup diwujudkan melalui bantuan finansial semata. Pengakuan langsung dari rektor dan pimpinan universitas memiliki makna yang jauh lebih besar karena mencerminkan penghormatan institusi terhadap perjuangan, dedikasi, dan capaian mahasiswa yang telah mengangkat nama kampus hingga tingkat internasional.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah prestasi mahasiswa yang telah membawa nama kampus hingga tingkat internasional pada akhir tahun 2025 hanya dihargai sebatas bukti transfer dana? Jika mahasiswa berprestasi tidak mendapatkan apresiasi langsung dari pimpinan universitas, maka dikhawatirkan semangat membangun budaya prestasi di lingkungan kampus akan kehilangan salah satu unsur pentingnya, yakni penghargaan moral dan pengakuan institusional.
Prestasi adalah aset kampus, dan mahasiswa berprestasi adalah wajah terbaik institusi. Karena itu, sudah sepatutnya penghargaan terhadap mereka tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi juga diwujudkan melalui apresiasi langsung yang menunjukkan rasa bangga dan penghormatan dari kampus atas capaian yang telah mereka persembahkan sepanjang tahun 2025.



