Aceh Utara
Beranda | Menjawab Spanduk Tudingan, FKM Pasee Aceh Tegaskan Tidak Pernah Terlibat Politik Praktis “Pola Kolonialisme”

Menjawab Spanduk Tudingan, FKM Pasee Aceh Tegaskan Tidak Pernah Terlibat Politik Praktis “Pola Kolonialisme”

LINEAR.CO.ID | LHOKSEUMAWE – Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Pasee Aceh menyatakan sikap tegas menyusul munculnya sejumlah spanduk bernada kritik yang menuding organisasi tersebut terlibat dalam politik praktis. FKM Pasee Aceh menilai narasi yang disampaikan melalui spanduk tersebut tidak didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi mencemarkan nama baik organisasi mahasiswa.

Sekretaris Jenderal FKM Pasee Aceh, Maulana Fikri Saputra, menegaskan bahwa FKM Pasee Aceh sejak awal berdiri merupakan organisasi mahasiswa yang menjunjung tinggi independensi serta menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun demikian, setiap kritik semestinya disampaikan berdasarkan data, fakta, dan argumentasi yang jelas, bukan melalui tuduhan yang berpotensi membentuk opini publik tanpa dasar yang kuat.

“Ini bukan pertama kali Lembaga ini di sudutkan, intimidasi dan terorisasi telah berulang kali terjadi, intimidasi pernah terjadi kepada keluarga Presiden FKM Pasee Aceh saudara Khussyairi oleh oknum instansi tertentu, pernah juga menyudutkan bahwa saudara Khussyairi mengambil Porkir Ketua DPRA dan kali ini penyerangan terjadi lagi terhadap Lembaga FKM Pasee Aceh dan personal Pemimpin lembaga ini dengan adanya Spanduk ujaran pencemaran nama baik di beberapa titik kota Lhokseumawe dan Aceh Utara” ujar Maulana Fikri Saputra

FKM Pasee Aceh juga menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak pernah menjadi bagian dari politik praktis, tidak berada di bawah kendali partai politik maupun tokoh politik tertentu, serta tidak menjalankan agenda yang bertujuan menguntungkan kelompok politik mana pun.

PMI Asal Aceh Utara Meninggal Usai Dideportasi, Haji Uma Fasilitasi Pemulangan dan Antar Langsung Jenazah ke Rumah Duka

Seluruh sikap organisasi, kajian, hingga pernyataan yang selama ini disampaikan, disebut merupakan hasil diskusi internal organisasi, aspirasi mahasiswa, serta bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Pasee dan Aceh secara umum. Karena itu, kritik yang disampaikan kepada pemerintah ataupun pihak lainnya merupakan implementasi dari fungsi kontrol sosial yang melekat pada gerakan mahasiswa, bukan bentuk keberpihakan terhadap kepentingan politik tertentu.

FKM Pasee Aceh juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat bukti yang menunjukkan keterlibatan organisasi tersebut dalam politik praktis sebagaimana dituduhkan melalui spanduk yang beredar. Atas dasar itu, organisasi menantang pihak-pihak yang melontarkan tuduhan untuk membuktikan klaim tersebut secara terbuka apabila memang memiliki fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Gerakan mahasiswa tidak boleh dibungkam melalui intimidasi, propaganda, maupun tuduhan tanpa dasar. Organisasi tersebut menyatakan akan tetap menjaga independensi, integritas, dan konsistensinya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat serta mengawal kebijakan publik secara kritis dan objektif.

“FKM Pasee Aceh akan tetap menjadi rumah perjuangan mahasiswa Pasee yang independen, kritis, dan berpihak kepada kebenaran serta kepentingan masyarakat, bukan kepada kepentingan politik praktis siapa pun,” tegas Maulana Fikri Saputra.

Haji Uma Hubungi Kemendagri, Minta Keluhan Hilangnya Status Gampong Alue Tingkeum Segera Ditindaklanjuti
×
×