LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Kecaman keras disampaikan Tim SniPers 4G atas insiden penghalangan terhadap salah satu wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di lokasi kejadian.
Tim SniPers 4G yang merupakan gabungan dari tiga lembaga wartawan di Aceh Barat Daya (Abdya), yakni Forum Jurnalis Abdya (Forja), Balai Pewarta Cerana (BPC), dan Ikatan Wartawan Abdya (IWA), menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers.
Adapun anggota Tim SniPers 4G terdiri dari Jimi, T Musnizar, T Khairul Rahmat Hidayat, dan Fitria Maisir.
Dalam pernyataan sikapnya, tim menegaskan bahwa insiden yang menimpa salah satu anggotanya itu tidak dapat ditoleransi, karena wartawan memiliki hak yang dilindungi undang-undang dalam menjalankan tugas peliputan di lapangan.
โKami mengecam keras segala bentuk penghalangan terhadap kerja-kerja jurnalistik. Ini bukan hanya menyangkut individu wartawan, tetapi juga menyangkut kebebasan pers yang dijamin oleh undang-undang,โ ujar perwakilan Tim SniPers 4G.
Mereka juga meminta agar pihak-pihak terkait dapat menghormati tugas wartawan serta memberikan ruang yang aman dan terbuka bagi insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Selain itu, Tim SniPers 4G mendesak agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Mereka menekankan pentingnya sinergi antara aparat, masyarakat, dan wartawan dalam menjaga keterbukaan informasi publik.
โKami berharap semua pihak dapat memahami peran pers sebagai penyampai informasi kepada masyarakat. Jangan sampai ada lagi upaya-upaya yang menghambat kerja jurnalistik di lapangan,โ tutupnya.



