Nasional

Terlibat Kasus Narkoba, Polri Jemput Irjen Teddy Minahasa

196
×

Terlibat Kasus Narkoba, Polri Jemput Irjen Teddy Minahasa

Sebarkan artikel ini
Penangkapan Teddy Minahasa
Kapolri Akan Koferensi Pers Terkait Penangkapan Teddy Minahasa

LINEAR.CO.ID | JAKARTA – Pihak kepolisian Republik indonesia telah melakukan penjemputan dan penangkapan terhadap Irjen Teddy Minahasa terkait kasus narkoba.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo membenarkan penangkapan Irjen Teddy Minahasa Putra terkait dengan jaringan jual beli narkoba.

“Bermula pengungkapan kasus narkoba, kita melihat ada keterlibatan Irjen TM (Teddy Minahas),” kata Listyo di Mabes Polri, Jumat (14/10/2022).

“Sudah dilakukan penempatan khusus,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sigit Prabowo akan melaksanakan koferensi pers terkait penangkapan Teddy Minahasa terkait kasus narkoba.

“Sore setelah dari Istana saya akan release resmi,” kata Sigit kepada dikutip detikcom, Jumat (14/10/2022).

Diketahui, Kapolri dan jajaran pejabat hingga Kapolres se-Indonesia sedang bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana hari ini.

Sebelumnya, penangkapan Teddy Minahasa dilakukan oleh Propam Polri. Penangkapan diduga terkait kasus narkoba.

Kabar penangkapan Teddy ramai didengar anggota Komisi III DPR. Wakil Ketua Komisi III DPR Sahroni dan Anggota Komisi III DPR Habiburokhman sudah mendengar kabar soal penangkapan Teddy.

“Sementara diduga benar. Kalau nggak salah narkoba” kata Sahroni saat dikonfirmasi, Jumat (14/10/2022).

Ini Intruksi Jokowi dalam Pertemuan dengan Jajaran Kepolisian

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan beberapa intruksi kepada jajaran kepolisian dalam agenda pertemuan yang di gelar di Istana Negara, Jakarta, Jum’at (14/10/2022).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 599 personil Polri yang terdiri dari pejabat utama Mabes Polri, kapolda, serta kapolres tersebut Presiden Jokowi memberikan sejumlah arahan, salah satunya adalah agar Polri menjaga kesolidan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

“Arahan dari beliau jelas dan tegas bahwa kami semua harus solid untuk bersama-sama berjuang melakukan apa yang menjadi tugas pokok fungsi kami pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, responsif terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat, respons cepat, dan kita memiliki sense of crisis di tengah situasi yang sulit ini,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai pertemuan.

Selain itu, Kepala Negara juga meminta jajaran kepolisian untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dan tindakan tegas terhadap berbagai hal yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri. Mulai dari gaya hidup hingga pelanggaran yang dilakukan oleh jajaran Polri.

“Ini menjadi arahan dari Bapak Presiden dan kami akan tidak lanjuti untuk melakukan langkah-langkah dan tindakan tegas, termasuk juga tentunya pemberantasan judi online, pemberantasan narkoba, dan pemberantasan hal-hal yang tentunya sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Presiden Jokowi juga memerintahkan Polri untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah di sektor ekonomi, baik dari tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi, dalam menghadapi situasi global saat ini.

“Bagaimana kita mengawal agar yang namanya harga-harga bisa terkelola, bisa terkendali, tingkat inflasi bisa kita kawal, kegiatan-kegiatan pembangunan bisa kita kawal, dan semuanya tentunya menjadi bagian yang harus terus-menerus kita laksanakan,” kata Kapolri.

Tidak hanya kebijakan ekonomi, Presiden juga meminta jajaran Polri untuk mengawal kebijakan pemerintah di bidang stabilitas keamanan. Polri diharapkan dapat melakukan pencegahan dan tindakan tegas terhadap berbagai hal yang berdampak pada perpecahan, polarisasi, dan mengganggu kehidupan masyarakat, khususnya dalam situasi tahun politik yang sedang terjadi di Indonesia.

“Tentunya ini menjadi kebijakan dan akan kita tindak lanjuti,” ujar Kapolri.

Pada kesempatan itu, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus melaksanakan program transformasi menuju Polri yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (presisi) sehingga tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri dapat kembali meningkat. Kapolri berharap jajarannya dapat menjaga kesolidan, saling mengingatkan, menjadi contoh yang baik, dan memiliki kepekaan terhadap situasi krisis.

“Apa yang dilakukan oleh Polri betul-betul bisa mengembalikan kepercayaan publik, kita bisa mengembalikan apa yang menjadi harapan kita menjadi Polri yang dekat dan dicintai masyarakat,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *