LINEAR.CO.ID – Pernah merasa tubuh lelah sepanjang hari, padahal aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat? Bangun tidur masih terasa mengantuk, bekerja sebentar sudah kehilangan energi, bahkan setelah seharian lebih banyak duduk di rumah tubuh tetap terasa letih.
Rasa lelah seperti ini cukup umum terjadi. Namun, lelah tidak selalu berarti tubuh terlalu banyak melakukan aktivitas fisik. Kelelahan atau fatigue dapat berkaitan dengan kurang tidur, stres, pola hidup, kurang bergerak, hingga kondisi kesehatan tertentu.
Bukan Hanya Karena Banyak Bergerak
Salah satu penyebab yang paling sering adalah kualitas tidur yang kurang baik. Seseorang bisa saja tidur selama beberapa jam, tetapi jika tidurnya sering terbangun atau tidak berkualitas, tubuh tetap dapat terasa lelah pada keesokan harinya.
Tidur membantu tubuh dan otak memulihkan energi. Gangguan tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, lingkungan tidur yang kurang nyaman, hingga penggunaan perangkat elektronik dapat memengaruhi kualitas tidur.
Karena itu, rasa lelah setelah seharian bekerja di depan komputer atau bermain ponsel tidak selalu berarti tubuh kekurangan aktivitas fisik. Bisa jadi tubuh justru membutuhkan istirahat yang lebih berkualitas.
Pikiran Juga Bisa Membuat Tubuh Lelah
Selain tubuh, pikiran juga dapat menguras energi. Tekanan pekerjaan, persoalan keluarga, masalah keuangan, atau berbagai hal yang terus dipikirkan dapat memicu stres. MedlinePlus mencatat bahwa stres dapat menimbulkan sejumlah gejala fisik dan emosional, termasuk kurang energi, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, dan rasa lelah.
Inilah sebabnya seseorang bisa merasa sangat lelah meskipun sepanjang hari tidak melakukan pekerjaan fisik yang berat.
Terlalu Lama Duduk Juga Bukan Solusi
Banyak orang menganggap semakin sedikit bergerak berarti semakin sedikit merasa lelah. Kenyataannya, kurang bergerak juga dapat menjadi bagian dari pola hidup yang membuat tubuh terasa kurang bertenaga.
Aktivitas fisik secara teratur justru dapat membantu mengurangi rasa lelah dalam jangka panjang. NHS menyebut bahwa aktivitas ringan, termasuk berjalan kaki, dapat membantu meningkatkan energi.
Tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Berjalan kaki, melakukan peregangan, atau sekadar berdiri dan bergerak secara berkala dapat menjadi awal yang sederhana.
Pola Makan dan Minum Juga Berpengaruh
Pola makan yang tidak teratur dan pilihan makanan yang kurang seimbang juga dapat berkontribusi terhadap rasa lelah. Begitu pula dengan kurang minum.
Karena itu, menjaga pola makan yang sehat dan memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan menjadi bagian penting dari kebiasaan sehari-hari untuk menjaga energi.
Konsumsi kafein juga perlu diperhatikan, terutama pada sore atau malam hari. Kafein memang dapat membuat seseorang lebih terjaga, tetapi pada sebagian orang dapat mengganggu tidur dan akhirnya menyebabkan rasa lelah pada hari berikutnya.
Kapan Rasa Lelah Perlu Diperhatikan?
Sesekali merasa lelah merupakan hal yang normal. Namun, jika rasa lelah berlangsung selama beberapa minggu tanpa penyebab yang jelas, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Kelelahan yang menetap dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan, seperti anemia, diabetes, gangguan tiroid, gangguan tidur, infeksi, maupun kondisi lainnya. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.
Pada akhirnya, rasa lelah bukan selalu tanda bahwa seseorang terlalu banyak beraktivitas. Bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikanโmulai dari kualitas tidur, tingkat stres, pola makan, hingga kebiasaan sehari-hari.


