LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah sekitar Kota Subulussalam, menyebabkan fasilitas ibadah di Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat turut terendam Banjir, Minggu, (27/09/26)
Bangunan yang menjadi Tempat Suluk bagi masyarakat setempat ini, kini telah terendam banjir, sehingga aktivitas keagamaan yang biasa dilakukan oleh jamaah terganggu.
Luapan air terpantau mulai memasuki area utama bangunan dan menggenangi sejumlah ruangan penting di dalamnya sejak pagi tadi setelah semalaman wilayah itu di guyur hujan deras.
Kepala Kampong terpilih Kampong Suka Maju Sadikin, mengatakan peristiwa bencana banjir itu tentunya sangat menyulitkan para jamaah yang sedang melaksanakan ritual keagamaan.
“Kondisi ini sangat menyulitkan para jamaah yang hendak melaksanakan ibadah rutin yaitu ibadah Suluk, ini merupakan hari ketiga dalam persulukan di Suka Maju,” ujar Sadikin.
Berdasarkan informasi dari lapangan, kenaikan debit air terjadi dengan cukup cepat menyusul cuaca ekstrem yang melanda di kawasan itu.
Mirisnya, genangan air tersebut tidak hanya mengganggu kegiatan spiritual, genangan air itu juga memicu kekhawatiran terkait kerusakan fasilitas bangunan jika tidak segera ditangani.
Hingga berita ini diturunkan, warga setempat masih berupaya melakukan langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak kerusakan yang akan timbul nantinya.
Sadikin berharap, penanganan dari Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam sangat didambakan. Seperti pembangunan drainase di lokasi tersebut.
Banjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Sultan Daulat, baik di Kampong Sigrun, Jabi-Jabi dan Suka Maju merupakan langganan tiap tahunnya ketika memasuki cuaca ekstrem.
Penanganan yang cepat dinilai sangat krusial agar pemukiman warga maupun tempat suluk tersebut dapat kembali difungsikan sebagaimana mestinya dan warga bisa beribadah dengan tenang tanpa bayang-bayang banjir susulan. (*)


