LINEAR.CO.ID | ACEH UTARA – Anggota DPD RI Asal Aceh H.Sudirman Haji Uma bersama komunitas Masyarakat Aceh di Malaysia, yakni Group Aceh Bersatu (GAB) dan Group Koper membantu proses pemulangan jenazah warga Aceh yang meninggal di Malaysia.
Jenazah yang dipulangkan atas nama Abdul Manaf(40), asal Gampong Paya Meudru Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara,
yang meninggal dunia akibat Kecelakaan Lalu lintas di Malaysia.
Pemulangan jenazah ke Tanah Air menggunakan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 860 dan tiba di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, pada Selasa(16/6/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.
Setiba di bandara, jenazah disambut oleh Fajri, Staf Penghubung Anggota DPD RI asal Aceh yang turut membantu pengurusan seluruh administrasi. Dari bandara, jenazah langsung dibawa pulang ke Paya Bakong menggunakan ambulans
Jenazah tiba dirumah duka pukul 23:30 WIB, duka dan disambut penuh haru oleh keluarga, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Proses penyambutan jenazah juga didampingi Abdul Rafar, staf penghubung Haji Uma di Kabupaten Aceh Utara.
Berdasarkan informasi dari Ketua Grub Aceh Bersatu(GAB) Malaysia, Junaidi .R,yang ikut di dampingi Malek dan Ida Gultom beserta Ketua Koper Dedy, almarhum meninggal dunia pada Jum’at, 12 Juni 2026 di Kuantan Negeri Pahang akibat kecelakaan lalu lintas.
Menurut informasi, almarhum Abdul Manaf telah berada di Malaysia selama 7 tahun dan bekerja sebagai pekerja bangunan. Setelah menerima kabar duka tersebut, pihak keluarga melalui Keuchik Gampong Paya Meudru mengirimkan surat resmi kepada Haji Uma untuk meminta bantuan pemulangan jenazah ke kampung halaman.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, Haji Uma segera berkoordinasi dengan Junaidi R, Ketua GAB di Malaysia, untuk membantu seluruh proses administrasi dan teknis pemulangan.
“Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, saya langsung berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia untuk memastikan semua proses berjalan lancar,”tutur Haji Uma.
Haji Uma melanjutkan, upaya bersama untuk pemulangan jenazah Abdul Manaf merupakan bentuk kepedulian terhadap perntau Aceh di luar negeri. Sehingga kemudian keluarga di Aceh tidak terbiarkan berjuang sendiri dalam suanana duka yang dihadapi.
“Dengan upaya dan bantuan bersama ini, tugas kita adalah memastikan jenazah dapat segera kembali dan dimakamkan dengan layak di kampung halaman,” lanjutnya.
Haji Uma menjelaskan bahwa biaya pemulangan jenazah hingga tiba di Bandara Kuala Namu mencapai Rp 20.000.000. Biaya tersebut berasal dari keluarga Rp.8.700.000, donasi dari GAB Rp 3.050.000 dan donasi dari grup Koper sebesar Rp 8.250.000.
Sementara itu, biaya kargo bandara dan Ambulancs ditanggung oleh Haji Uma. Ia juga menurunkan staf Fajri dan Abdul Rafar untuk mendampingi jenazah hingga ke rumah duka.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Uma menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga almarhum serta apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.
“Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah Abdul Manaf . Semoga keluarga diberikan ketabahan, dan Allah SWT menerima segala amal ibadahnya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama GAB,Koper dan komunitas Aceh di Malaysia serta Masyarakat Aceh yang telah bekerja keras mengurus kepulangan jenazah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak keluarga almarhum menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari semua pihak.
“Kami dari pihak keluarga almarhum tidak bisa membalas kebaikan Haji Uma, Ketua GAB Junaidi R, Grub Koper serta semua pihak di Malaysia dan di Aceh yang telah membantu proses pemulangan jenazah keluarga kami. Hanya Allah yang dapat membalas kebaikan saudara-saudara semua,” tutur Adik kandung kandung almarhum dengan penuh haru.



