LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Sebanyak 23 (Dua Puluh Tiga) pekerja pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, asal Cilacap, Jawa Tengah, dipulangkan oleh PT Waskita, Selasa, (9/6/26), kemarin.
Pemulangan ini, didasari dengan adanya miskomunikasi antara pekerja dengan pihak vendor. Setelah melakukan mediasi, alhasil para pekerja ini mendapatkan haknya dan pihak PT Waskita bersedia memfasilitasi kepulangan mereka hingga ketujuan masing-masing.
Bermula, sebanyak 23 pekerja asal Cilacap ini, dikagetkan dengan adanya transportasi yang mengaku menjemput mereka pada Senin, 8/6/26. Sontak, mereka menanyakan sebagian gaji mereka yang belum di bayar oleh pihak vendor yang membawa mereka.
Tidak mendapat kejelekan, mereka berbondong-bondong mendatangi Edi Sahputra Bako yang merupakan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Subulussalam. Kebetulan, lokasi pembangunan SR tersebut, tidak jauh dari kediamannya.
Mereka mengeluhkan gajinya yang belum dibayar oleh pihak vendor. Bahkan, dari Cilacap mereka di iming-imingi dengan upah sebesar Rp. 270 ribu per harinya. Setibanya di Subulussalam, para Tukang ini hanya di bayar sebesar Rp. 160 ribu, upah Helper Rp. 130 ribu per hari.
“Dari Jawa kami di iming-imingi dengan gaji sebesar Rp. 270 upah Tukang, sampai disini kami dibayar hanya Rp. 160 perhari dan kami tidak mempersoalkan itu. Namun, kami sangat kaget mendapat kabar akan dipulangkan, sedangkan upah kami belum dibayar,” kata Marwoko
Mendampingi 23 pekerja SR yang akan dipulangkan oleh pihak vendor, Edi Sahputra Bako langsung menyakan hal tersebut ke pihak Waskita.
Di pembangunan SR, Edi dan para pekerja ini disambut oleh Fitra selaku Koordinator Wilayah pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Subulussalam.
Setelah melakukan mediasi yang cukup alot, ternyata upah mereka telah dibayar secara penuh oleh PT Waskita ke vendor yang di maksud. Usut punya usut, vendor tersebut, belum membayar upah pekerja ini lantaran ia belum menerima rekapitulasi dari mandornya.
“Upah mereka telah dibayar oleh PT Waskita dan hari ini akan dibayarkan seluruhnya. Mereka tidak ada urusan dengan PT Waskita,” ujar Eka via sambungan telepon sembari meminta mandornya untuk mengirimkan rekapitulasi kinerja para pekerja.
Alhasil, para pekerja ini pun mendapatkan haknya dan pihak PT Waskita bersedia memfasilitasi tiket kepulangan mereka hingga ke kampung halaman masing-masing. (*)



