LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Pengusaha kilang padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku, pihak Perum Bulog Cabang Blangpidie, belum ada iktikat baik bermitra dengan kilang padi lokal untuk pengolahan gabah yang dibeli dari petani.
Buktinya sejak protes Bulog Blangpidie bermitra dengan kilang padi diluar Abdya dilayangkan munggu lalu, hingga hari ini Selasa, 14 April 2026, Bulog Blangpidie belum memanggil dan bersilaturahmi dengan pengusaha kilang padi lokal untuk membahas hal tersebut.
Lisman Laris Pemilik Kilang Padi Laris kepada Awak media Selasa 14 April 2026, mengaku, pihak Bulog Perum Blangpidie belum memanggil dan bersilaturahmi dengan kilang padi lokal di Abdya.
โBelum ada pihak Bulog Blangpidie yang mendatangi kami terkait pengolahan gabah milik Bulog, atau kami diundang ke sana,โ tuturnya.
Lisman berhadap, Bulog Blangpidie mau melirik kilang padi lokal untuk bermitra seperti Bulog-Bulog lainnya di Aceh.
โDulu kenapa bisa Bulog bekerja sama dengan kami, sekarang kenapa tidak. Ini bukan untuk saya sendiri tetapi puluhan kilang padi lainnya di Abdya,โ tuturnya.
Lisman juga menyebutkan, dirinya kecewa terkait pernyataan Bulog yang menyatakan kilang padi miliknya kurang hasilnya.
โKami hanya ambil upah dari gabah milik Bulog yang kami giling, soal hasilnya kurang baik kenapa kami disalahkan โ terangnya.
Ditambahkan, soal dirinya tidak jadi mitra Bulog lagi tidak masalah tetapi kenapa kilang padi lainnya di Abdya juga berlaku sama.
โSebaiknya Bulog bermitra dengan kilang padi lokal bukan sebaliknya memberdayakan kilang padi diluar Abdya,โ pintanya.
Sebelumnya Kepala Perum Bulog Blangpide, Nurul Iranda Sari kepada wartawan mengaku, dirinya akan membuka diri dengan pengusaha kilang padi lokal membahas pengolahan gabah yang dibeli Bulog dari petani. (*)



