Abdya
Beranda | Bulog di Abdya Diduga Pasok Beras dari Luar, Pengusaha Lokal Gigit Jari

Bulog di Abdya Diduga Pasok Beras dari Luar, Pengusaha Lokal Gigit Jari

Foto : Salah satu kilang padi milik pengusaha di Abdya.

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA –Ditengah kebahagiaan memperingati Hut Ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ada pihak yang saat ini sedang murung, mereka adalah pengusaha kilang padi di kabupaten tersebut.

Hal ini lantaran, stok beras yang mereka beli dari hasil panen petani lokal di beberapa kecamatan selama ini menumpuk di pabrik. Ini akibat, Bulog Cabang Blangpidie di Kabupaten Abdya tidak melibatkan mereka untuk pengadaan stok di Gudang Bulog.

Informasi yang diperoleh dibeberapa kilang padi, di simpulkan bahwa memang tidak ada kilang padi di kabupaten setempat yang mengetahui atau dilibatkan pada pengadaan stok beras di Bulog seperti biasanya.

“Biasanya Bulog memanggil seluruh pemilik kilang padi untuk musyawarah pengadaan beras untuk Bulog, namun selama ini hal itu tidak ada lagi,” kata Man Laris, pemilik salah satu kilang padi, Jumat, 10 April 2026 di Blangpidie.

Yang jadi pertanyaan, dari mana stok beras yang saat ini ada di gudang Bulog, sedangkan Bulog tidak menyerap beras pada pengusaha kilang padi lokal, sehingga timbul dugaan bahwa beras itu di pasok dari luar Abdya.

Satreskrim Polres Abdya Selidiki Dugaan Limbah Emas di Babahrot

Jika hal ini benar adanya, sama saja seperti Buya Kreung Teudong-dong, Buya Tamong Meuraseki, Buaya sungai (penduduk lokal) hanya terdiam, buaya pendatang (orang asing) dapat rezeki) hal ini karena beras yang dikabarkan di pasok oleh Bulog dari Nagan Raya dan Aceh Barat merupakan beras yang di beli oleh pengusaha asal kedua kabupaten itu dari Abdya.

“Kan aneh, beras dari Abdya di beli oleh pengusahan Nagan Raya dan Aceh Barat, kemudian Bulog Abdya malah beli lagi dari pengusaha itu. Alhasil, yang di untungkan pengusaha luar. Ini tentu sudah salah, pengusaha lokal ada, mereka membeli beras pada petani lokal, mempekerjakan masyarakat lokal, tentu patut di suport,” ucapnya.

Dengan kondisi ini, harusnya Pemerintah Abdya melalui dinas terkait patut bertindak. Pemerintah setempat diminta untuk memerhatikan kilang padi di Abdya, sebab, banyak tenaga kerja lokal yang diserap dan menggantungkan hidup pada pekerjaan itu.

“Kita (pengusaha kilang padi) mempekerjakan warga lokal, tentu sudah sepatutnya di suport oleh pemerintah, bukan malah pengusaha menguntungkan pengusaha luar,” ucapnya.

Dia berujar, pengusaha kilang padi di Abdya saat ini mulai gelisah dan tidak enak hati lantaran banyak petani yang menjual hasil panennya kepada mereka, namun harus di tolak lantaran stok beras di gudang kilang mereka saat ini sudah menumpuk.

Ramai-Ramai Kepala Sekolah SE Abdya Sampaikan Mosi Tak Percaya ke Cabdin

“Bagaimana kami menampung hasil panen petani, sedangkan di gudang kami stok melimpah. Kami serba salah sekarang. Ini perlu tindakan cepat dan dukungan dari pemerintah untuk meluruskan hal ini, karena jika di biarkan akan berdampak pada petani,” katanya. (*)

ร—
ร—