Daerah
Beranda | Proyek Siluman Muncul Saat Musrembang Kecamatan

Proyek Siluman Muncul Saat Musrembang Kecamatan

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Sejumlah Keuchik di Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), boikot kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan yang berlangsung di Kantor Camat Blangpidie, Selasa, (14-02-2023)

Hal itu dilakukan karena telah bersusah payah dan banyak anggaran desa yang telah dikeluarkan untuk MusrenDes tingkat desa dalam menyusun program prioritas untuk direalisasikan.

Namun ketika Musrenbang tingkat Kecamatan dan Kabupaten, banyak yang tidak dikabulkan.

Hal ini membuat sejumlah Keuchik mengambil sikap dengan membaoikot Musrenbang di Kecamatan Blangpidie, yang dihadiri sejumlah SKPK dan para wakil rakyat.

Salah satu keuchik Kecamatan Blangpidie yang tidak mau namanya disebut mengaku telah menghabiskan anggaran puluhan juta MusrenDes untuk berbagai usulan prioritas yang diajukan oleh masyarakat, tetapi usulan itu dari tahun ke tahun tidak membuah hasil.

Haji Uma Mediasi Masyarakat Aceh Timur Rapat dengan BAP DPD-RI dan Sejumlah Kementerian, Terkait Konflik Lahan HGU

“Untuk apa kita hambur-hambur uang desa buat rapat MusrenDes yang tidak ada hasilnya. Artinya, setiap usulan MusrenDes tidak satupun yang dikabulkan. Yang muncul hanya pekerjaan siluman dari sumber Pokir Dewan Kabupaten yang sebagian tidak tersentuh dengan masyarakat,” kata Kades ini.

Disebutkan, program prioritas yang diusulkan oleh masing-masing desa dari tahun ke tahun ditingkat bawah tidak dikabulkan, sementara Pokir dewan yang tidak melalui musyawarah desa langsung terealisasi di tahun berjalan.

“MusrenDes setiap tahun kita usulkan program yang prioritas, tapi sampai sekarang tidak ada yang muncul. Sementara Pokir dewan yang tanpa musyawarah di desa langsung dikerjakan,” sebutnya.

Menurutnya, jika disadari, kegiatan MusrenDes itu merupakan perbuatan pembohongan masyarakat dengan kalimat-kalimat usulan pembangunan prioritas dari sumber anggaran daerah atau anggaran APBK.

“Dari pada kita selalu berbohong dengan masyarakat mengharap program prioritas turun dari kabupaten dengan anggaran APBK, lebih baik kita tidak buat MusrenDes. Kita ambil dana MusrenDes sikit-sikit itu kita gunakan untuk program pembangunan yang langsung kita kerjakan,” katanya.

DPRK Abdya Soroti Kinerja SKPK Yang Lamban

Anggota DPRK Zulkarnain, yang hadir dalam kegiatan tersebut dalam sambutannya menegaskan bahwa, semua usulan tersebut tidak menggendap di Lettop instansi terkait akan tetapi harus ada usulan desa yang terealisasi.

“Lebih baik satu usulan terealisasi meskipun program itu kecil. Dari pada tidak terakomodir sama sekali, karena setiap kegiatan mesrenDes menghabiskan anggaran desa yang tidak sedikit,”. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร—
ร—