LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Perkumpulan Masyarakat Nias (Pemanis) periode 2025-2030 terbentuk di Kota Subulussalam, yang bersekretariat di kampong Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Kota setempat, Ahad, (4/1).
Pengukuhan serta pelantikan yang berlangsung di Kampong Lae Mbersih ini, turut dihadiri oleh Pj Kepala Kampong setempat dan ratusan warga suku Nias yang kini telah berdomisili di Kota Subulussalam.
Pembentukan organisasi Pemanis ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama masyarakat suku Nias diperantauan, khususnya di Kota Subulussalam.
“Tujuan pembentukan Pemanis ini, untuk mempererat tali persaudaraan sesama masyarakat suku Nias yang merantau dan telah berdomisili di Kota Subulussalam,” kata ketua umum Pemanis, Riusman Waruwu.
Dia berharap, agar seluruh pengurus dan anggota yang bergabung dapat menjunjung tinggi kejujuran dan menyebar kebaikan ditengah-tengah masyarakat. Baik sesama suku Nias maupun dengan suku yang berdomisili di Kota Subulussalam.
“Organisasi Pemanis ini, merupakan perkumpulan seluruh suku Nias baik yang beragam Muslim maupun non Muslim seluruhnya bergabung. Tidak ada perkotak-kotan disini, kita ini semuanya sama. Dengan adanya perkumpulan Pemanis ini, hanya bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama masyarakat suku Nias,” jelasnya.
Dikesempatan itu, Ketua Dewan Penasehat Rusudi, menekankan kepada seluruh masyarakat suku Nias, agar tidak menyamakan budaya di Pulau Nias dengan budaya di Kota Subulussalam, Aceh.
“Subulussalam ini, Aceh. Mempunyai peraturan Syariat Islam, itu harus kita hormati dan dijunjung tinggi, jangan samakan budaya di Pulau Nias dengan budaya di Subulussalam, lihat situasi dan kondisinya, hormati peraturan daerah ini,” jelas Rusudi Dewan Kehormatan Pemanis.
Disamping itu, Pj Kepala Kampong Lae Mbersih, mengatakan kepada seluruh pengurus Pemanis agar mematuhi seluruh aturan. Bak kata terdahulu, dimana bumi dipijak disitu langit di junjung.
Pj Kepala Kampong Lae Mbersih juga mengingatkan kepada Ketua Pemanis agar berkoordinasi dengan masyarakat Nias yang berdomisili di Lae Mbersih dapat berkomunikasi baik dengan perangkat Kampong.
“Jika ingin berdomisili di Lae Mbersih laporkan kependudukannya ke perangkat Kampong. Mari kita jaga bersama kampong Lae Mbersih ini, kita disini mempunyai adat istiadat khususnya di bumi serambi mekah ini, mari kita junjung tinggi peraturan adat istiadat itu,” beber Pj Kepala Kampong Lae Mbersih.
Acara pengukuhan sekaligus pelantikan Persatuan Masyarakat Nias ini pun ditutup dengan berfoto bersama. (*)


