LINEAR.CO.ID | KUALA SIMPANG – Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan dampak serius bagi warga Desa Mesjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara. Sedikitnya 460 kepala keluarga atau sekitar 1.470 jiwa terdampak langsung akibat banjir yang merusak permukiman dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat, Jumat (17/1/2026).
Merespons kondisi tersebut, Datok Penghulu Desa Mesjid Sungai Iyu segera menyusun daftar kebutuhan mendesak warga, mulai dari perlengkapan tidur, peralatan dapur, hingga kebutuhan pangan pokok. Salah satu kebutuhan paling mendesak adalah beras sebanyak lima ton untuk menjamin keberlangsungan hidup warga pascabencana.
Permohonan bantuan tersebut kemudian disampaikan kepada Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, dengan harapan aspirasi masyarakat dapat disuarakan hingga ke tingkat pusat. Dalam suratnya, pihak desa menegaskan bahwa bantuan yang dibutuhkan bersifat primer karena sebagian besar warga kehilangan harta benda dan sumber penghidupan akibat banjir.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Haji Uma pada 16 Januari 2026 secara resmi menyurati Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta. Dalam surat tersebut, Haji Uma menegaskan bahwa penanganan pascabencana merupakan tugas dan tanggung jawab BNPB, sekaligus meminta agar bantuan segera disalurkan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Desa Mesjid Sungai Iyu.
“Saya hanya menjalankan fungsi sebagai wakil daerah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Dalam kondisi darurat seperti ini, negara harus hadir dan bergerak cepat agar warga terdampak bisa segera bangkit. Di sisi lain, kami juga mengapresiasi BNPB yang cepat tanggap dalam menindaklanjuti dan memenuhi kebutuhan korban banjir serta telah bekerja keras di lapangan selama ini,” ujar Haji Uma.
Upaya tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh BNPB dengan menyalurkan bantuan logistik ke Desa Mesjid Sungai Iyu. Bantuan yang diterima masyarakat meliputi 50 unit matras BNPB, 30 unit tilam lipat, satu karung selimut berisi 50 lembar, serta satu karung kelambu sebanyak 100 unit. Selain itu, masyarakat juga menerima pakaian layak pakai untuk laki-laki dan perempuan. Untuk kebutuhan pangan, BNPB menyalurkan sembako berupa 100 sak beras kemasan 5 kilogram, 20 kardus minyak makan, 150 kotak mi instan, dua kotak sarden, 20 dus biskuit, serta 10 dus masker guna mendukung kebutuhan dasar dan kesehatan warga terdampak banjir.
Datok Penghulu dan masyarakat Desa Mesjid Sungai Iyu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Haji Uma yang telah memfasilitasi serta mengawal penyaluran bantuan hingga sampai ke masyarakat. Mereka menilai kehadiran dan kepedulian wakil rakyat sangat membantu warga dalam menghadapi masa sulit pascabencana, serta menyampaikan terima kasih kepada BNPB atas respons cepat yang diberikan.
Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat berharap proses pemulihan kehidupan dan aktivitas ekonomi warga Desa Mesjid Sungai Iyu dapat berjalan lebih cepat, sekaligus menjadi bukti hadirnya negara dalam melindungi dan membantu rakyatnya di saat tertimpa musibah.


