LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Pembangunan sanitasi bangunan fisik Mandi Cuci Kakus (MCK) yang bersumberkan dari Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2025, belum siap karena adanya kendala, Ahad, (11/1/26).
Adapun kendala pembangunan MCK ini, disebabkan karena belum terbayarnya anggaran tahap akhir yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Subulussalam Tahun Anggaran 2025.
Hal ini, menuai kontroversi ditengah-tengah masyarakat. Lantaran masih menyisakan pembangunan MCK yang belum dikerjakan. Bahkan, menjadi pertanyaan besar dikalangan masyarakat, terkait belum cairnya sisa Dana Alokasi Khusus TA 2025 di Subulussalam.
Hal ini dikatakan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Irman Suryadi, kepada LINEAR.CO.ID via Whatsapp, Sabtu, (10/1/26).
“Dana tahap terakhir tidak turun,” kata Irman, menanggapi pertanyaan media ini, terkait belum rampungnya seluruh pembangunan sanitasi itu.
Penelusuran LINEAR.CO.ID di Kampong Sukamakmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Terdapat sebanyak 25 paket pembangunan MCK, menyisakan 6 paket yang belum dikerjakan. Dikarenakan belum turunnya dana tahap akhir tersebut, menjadi pemicu terkendalanya pekerjaan sanitasi itu.
Diakui Irman, belum terbayarnya tahap akhir DAK 2025, bukan karena keterlambatan pengajuan. Lantaran, pihaknya selesai melakukan review pada awal Desember 2025.
“Dibilang lambat pengajuan tidak juga. Karena kita selesai review di awal Desember,” tambahnya.
Kendati itu, diminta kepada pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh, segera mengaudit peruntukan Dana Alokasi Khusus Tahun 2025 di Kota Subulussalam, secara transparan. (*)


