LINEAR.CO.ID | LHOKSEUMAWE – Pelaksanaan Bazar Ramadhan 2026 yang berlangsung di Lapangan Hiraq Kota Lhokseumawe mendapatkan apresiasi luas dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Bazar yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Lhokseumawe ini dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan omzet pelaku usaha lokal selama bulan suci Ramadhan.
Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Selain itu, penataan lokasi bazar yang lebih tertib, fasilitas yang memadai, serta promosi yang masif dari panitia pelaksana turut menjadi faktor pendukung kesuksesan kegiatan ini. Kondisi tersebut menciptakan ekosistem ekonomi rakyat yang lebih produktif dan berdaya saing.
Ketua Panitia Pelaksana, Habibillah, SE, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. “Kami dari panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan bekerja sama dengan baik dalam seluruh rangkaian kegiatan yang telah terlaksana terutama Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Bpak Teuku Riefky Harsya dan Walikota Lhokseumawe Bapak DR Sayuti Abubakar, SH.MH yang telah mendukung kegiatan kegiatan ini dengan berbagai kontribusi dan dedikasi yang diberikan sehingga terlaksana dengan baik. Kami melibatkan Dinas Syariat Islam (DSI) yang mengoordinasikan berbagai perlombaan dengan berbagai tingkatan, serta Dinas Pendidikan yang mengoordinir lomba mewarnai,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan bazar tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga melibatkan unsur seni dan kreativitas masyarakat. “Kami juga melibatkan 12 pelaku seni kreatif yang ikut mengambil peran dalam memeriahkan Bazar Ramadhan Lhokseumawe 2026. Selain itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres, Bapak Danrem 011/Lilawangsa, serta Kajari Kota Lhokseumawe yang telah berkontribusi aktif sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Ahad Festival, Yusnita Dewi(40), turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Bazar Ramadhan tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang ekonomi bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, termasuk komunitas kreatif dan seni. “Kami melihat Bazar Ramadhan Lhokseumawe 2026 mampu menghadirkan suasana yang inklusif dan produktif, di mana pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat dapat berinteraksi secara positif. Ini menjadi momentum penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ungkapnya.
Yusnita menambahkan “kami berharap agar kolaborasi antara pemerintah, panitia, dan komunitas kreatif seperti Ahad Festival dapat terus diperkuat di masa mendatang. Hal ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas, dan Alhamdulillah, penjualan kami meningkat cukup signifikan dan Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan peningkatan kualitas setiap tahunnya.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak, Bazar Ramadhan Lhokseumawe 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang ekonomi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat nilai-nilai sosial dan budaya di tengah masyarakat Kota Lhokseumawe.


