Subulussalam
Beranda | Pasca Longsor dan Banjir, BBM Langka di Subulussalam

Pasca Longsor dan Banjir, BBM Langka di Subulussalam

LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Pasca bencana Longsor dan banjir yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh-Sumut, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat, langka di Kota Subulussalam, Minggu, (30/11/25).

Kelangkaan BBM yang masih melanda Kota Subulussalam, terpantau di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kasman Lijar, di Kecamatan Penanggalan, dan SPBU Simpang Kiri (Galon Oyon), Kota setempat. Antrean kendaraan terlihat mengular si areal SPBU itu hingga mencapai ratusan meter.

Pengawas SPBU Kasman Lizar Penanggalan, Niska Angkat, mengatakan kepada awak media, kelangkaan BBM ini dipicu oleh faktor alam, seperti. Bencana banjir telah mengganggu jalur suplai dari Medan, menyebabkan keterlambatan kedatangan tangki BBM ke Subulussalam.

“Pertama, faktor alam, karena ada bencana, sehingga suplai dari Medan menuju Subulussalam terhalang,” ujar, Niska Angkat.

Pun demikian, pasokan BBM telah tiba di Kota Subulussalam, adapun SPBU menerima BBM tersebut, sebanyak 16 kiloliter (KL) jenis Pertalite dan 16 KL Solar sejak tengah malam hingga subuh.

Ditengah Banjir, Hasbullah Distribusikan Bantuan Masa Panik di Rundeng

Diperkirakan, pasokan tambahan masing-masing 8 KL Pertalite dan Solar, akan tiba kembali malam ini sekitar pukul 21.00 WIB jika tidak ada kendala di perjalanan.

Untuk memastikan pemerataan, pihak SPBU melakukan pembatasan pembelian. Langkah ini diambil karena SPBU sempat kosong selama dua hari. Tujuannya agar semua masyarakat dapat memperoleh BBM subsidi.

Pihak SPBU berharap agar masyarakat dapat menjaga ketertiban selama proses pengisian.

“Harapan kami kepada para masyarakat atau konsumen agar tertib tetap pada antrian, tidak saling mendahului, agar proses pengisian BBM nya lancar dan tertib,” tandasnya.

Antrean panjang ini menimbulkan penderitaan bagi warga. Salah seorang warga, Putra, mengaku sudah menunggu di SPBU Kasman Lijar sejak Sabtu pukul 20.00 WIB, dan belum beranjak hingga pukul 08.00 pagi.

Persediaan Obat-Obatan Penanganan Pasca Banjir di Subulussalam Tersedia

“Saya datang habis Isya Bang, tapi sampai pagi ini masih di posisi mengantri. Saya juga belum ada tidur, sepeda motor saya juga sudah mogok. Mau tidak mau kaki harus menunggu sampai mendapatkan BBM,” imbuhnya. (*)

×
×